IDRX dan Solana Percepat Tokenisasi Aset Nyata Berbasis Rupiah Lewat Kerja Sama Strategis

1 week ago 31

Summary Point

  • IDRX dan Solana Superteam Indonesia menandatangani MoU pengembangan tokenisasi RWA berbasis Rupiah
  • Kolaborasi mendukung arah kebijakan OJK terkait transformasi keuangan digital
  • Fokus pada penguatan infrastruktur tokenisasi yang relevan dengan ekonomi Indonesia
  • Rupiah diposisikan sebagai fondasi nilai dalam ekosistem tokenisasi global
  • Membuka peluang pendanaan baru, termasuk bagi sektor ekonomi kreatif

Jakarta (pilar.id) – Startup stablecoin asal Indonesia, IDRX, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Solana Superteam Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu (21/1/2026). Kolaborasi ini ditujukan untuk mempercepat eksplorasi dan pengembangan tokenisasi aset dunia nyata (Real World Asset/RWA) berbasis Rupiah di Indonesia.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapan infrastruktur tokenisasi nasional, sekaligus memastikan pengembangan aset digital berjalan selaras dengan karakteristik ekonomi domestik. Inisiatif ini juga diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan dan partisipasi nilai secara lebih inklusif, termasuk bagi pelaku ekonomi kreatif dan sektor produktif lainnya.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah eksplorasi tokenisasi RWA dengan memanfaatkan stablecoin Rupiah IDRX sebagai medium nilai. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga relevansi mata uang nasional di tengah tren global tokenisasi aset yang selama ini didominasi denominasi asing.

Tokenisasi RWA dalam Kerangka Kebijakan Nasional

Dalam beberapa kesempatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa tokenisasi aset dunia nyata memiliki potensi besar dalam mentransformasi skema kepemilikan dan pembiayaan aset. Melalui mekanisme fractional ownership, tokenisasi memungkinkan partisipasi publik yang lebih luas tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian serta perlindungan konsumen.

Secara konsep, tokenisasi RWA merepresentasikan hak ekonomi atas aset nyata—mulai dari karya kreatif, kekayaan intelektual, hingga aset produktif—ke dalam bentuk token digital. Model ini memungkinkan pengelolaan aset yang lebih transparan, terukur, dan efisien, sekaligus membuka peluang pendanaan baru tanpa mengubah kepemilikan dasar aset tersebut.

Dalam konteks inilah, kolaborasi IDRX dan Solana difokuskan pada pengembangan infrastruktur tokenisasi yang siap secara teknis dan regulasi, sehingga dapat diadopsi secara bertahap oleh pelaku institusional di Indonesia.

Menjaga Peran Rupiah di Ekosistem Aset Digital

Di tingkat global, tokenisasi aset umumnya menggunakan stablecoin berbasis Dolar AS. Namun, pengembangan di Indonesia membutuhkan pendekatan berbeda agar tetap selaras dengan kebutuhan ekonomi nasional dan peran Rupiah sebagai fondasi nilai.

Tokenisasi berbasis Rupiah dinilai mampu menjaga keterhubungan dengan ekosistem global tanpa mengorbankan kedaulatan mata uang nasional. Dengan demikian, peluang investasi lintas negara tetap terbuka, sementara nilai aset tetap relevan dengan perekonomian domestik.

Sejak diluncurkan pada awal 2024, IDRX telah digunakan oleh lebih dari 40 ribu pengguna melalui berbagai aplikasi aset digital dan platform perdagangan kripto berizin di Indonesia. Stablecoin ini juga telah terintegrasi dengan lebih dari 50 mitra global, mencatatkan volume transaksi blockchain melebihi US$175 juta, serta memperoleh pendanaan pra-awal sebesar US$300 ribu.

Dalam kerja sama ini, IDRX berperan sebagai jembatan antara kebutuhan lokal dan peluang global, sekaligus membuka ruang eksplorasi tokenisasi RWA di sektor-sektor dengan potensi ekonomi tinggi di Indonesia.

Peran Solana dan Superteam Indonesia

Sebagai salah satu ekosistem blockchain terbesar di dunia, Solana telah digunakan dalam berbagai inisiatif institusional global, termasuk oleh perusahaan jasa keuangan dan teknologi terkemuka. Melalui Superteam Indonesia, Solana berperan sebagai penghubung ekosistem yang mendukung kesiapan adopsi dan penguatan kolaborasi lokal.

Kerja sama dengan IDRX diharapkan dapat mempercepat pengembangan tokenisasi aset yang tidak hanya inovatif, tetapi juga selaras dengan kebijakan dan kebutuhan industri nasional.

Ke depan, penguatan infrastruktur tokenisasi berbasis Rupiah ini diproyeksikan menjadi bagian penting dari upaya mendorong inovasi ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam ekosistem aset digital yang inklusif, terukur, dan berkelanjutan.

IDRX adalah startup teknologi finansial asal Indonesia yang menghadirkan aset keuangan digital terdukung Rupiah berbasis teknologi blockchain. Didirikan pada 2023, IDRX mengembangkan stablecoin Rupiah bernama IDRX dengan nilai setara Rupiah (1:1), yang dirancang stabil, aman, dan mudah digunakan dalam transaksi berbasis blockchain dan Web3.

IDRX terdaftar sebagai aset keuangan digital legal sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Central Finansial X No. CFX/DIR-SK/001/I/2026, serta berkomitmen mendukung sistem keuangan yang inklusif, transparan, dan terhubung secara global tanpa mengesampingkan kedaulatan mata uang nasional. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |