Inter Milan vs Bodo/Glimt: Misi Comeback Nerazzurri di San Siro, Kejar Tiket 16 Besar Liga Champions

3 hours ago 4

Ringkasan Berita

  • Inter Milan tertinggal agregat 1-3 dari Bodo/Glimt pada leg pertama.
  • Laga leg kedua digelar di San Siro, Rabu (25/2) pukul 03.00 WIB.
  • Lautaro Martinez absen karena cedera betis.
  • Inter butuh kemenangan minimal dua gol untuk menjaga peluang lolos.
  • Bodo/Glimt berpeluang mencetak sejarah sebagai klub Norwegia pertama yang lolos dari fase gugur Liga Champions.

Milan (pilar.id) – Inter Milan berada dalam tekanan jelang leg kedua playoff Liga Champions UEFA menghadapi Bodo/Glimt. Duel krusial ini dijadwalkan berlangsung Rabu (25/2) pukul 03.00 WIB di Stadion San Siro, Milan, Italia.

Wakil Italia itu tertinggal agregat 1-3 setelah takluk pada leg pertama di Norwegia. Kekalahan tersebut memaksa Inter memburu kemenangan dengan selisih minimal dua gol untuk membuka peluang lolos ke babak 16 besar, di mana salah satu dari Manchester City atau Sporting Lisbon sudah menanti.

Pada pertemuan pertama di Aspmyra Stadion, Inter kesulitan beradaptasi dengan lapangan sintetis dan suhu ekstrem. Gol pembuka Sondre Fet menjadi awal dominasi tuan rumah. Meski Francesco Pio Esposito sempat menyamakan kedudukan, Jens Petter Hauge dan Kasper Hogh memastikan kemenangan 3-1 bagi klub Norwegia tersebut.

Rekor Dua Leg Inter Jadi Modal, Tapi Statistik Tak Memihak

Secara pengalaman, Inter jelas unggul. Finalis Liga Champions dua kali dalam tiga musim terakhir itu dikenal tangguh dalam laga dua leg. Dari 16 pertandingan fase gugur terakhir (tidak termasuk final), Nerazzurri mencatat 10 kemenangan dan hanya dua kekalahan.

Namun, tantangan kali ini tidak ringan. Sepanjang sejarah partisipasi fase gugur, Inter hanya enam kali menang dengan margin dua gol dari total 52 laga, dan belum pernah membalikkan defisit tiga gol di fase ini.

Sebagai perbandingan, terakhir kali tim mampu lolos setelah kalah dua gol di leg pertama terjadi pada 2019 saat Liverpool menyingkirkan Barcelona. Sejak saat itu, 11 tim gagal melakukan comeback serupa.

Fokus Domestik Positif, Tapi Tekanan Eropa Menguat

Di kompetisi domestik, Inter tampil impresif. Tujuh kemenangan beruntun di Serie A membuat mereka kokoh di puncak klasemen dan berpeluang besar merebut Scudetto. Kemenangan 2-0 atas Lecce akhir pekan lalu, lewat gol Henrikh Mkhitaryan dan Manuel Akanji, mempertegas konsistensi tim asuhan Cristian Chivu.

Pelatih yang membawa Inter meraih treble pada 2010 itu kini mendapat sorotan setelah melakukan rotasi pada leg pertama. Namun, ia tetap optimistis timnya mampu menunjukkan karakter berbeda di kandang sendiri.

Absennya Lautaro Martinez Jadi Tantangan Serius

Inter dipastikan tanpa kapten mereka, Lautaro Martinez, yang mengalami cedera betis dan diperkirakan absen sekitar satu bulan. Top skor Serie A musim lalu itu telah mencetak 25 gol sepanjang kariernya di Liga Champions.

Tanpa Martinez, Chivu kemungkinan mengandalkan kombinasi Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, atau Ange-Yoan Bonny di lini depan.

Kabar baiknya, Denzel Dumfries telah kembali dari cedera panjang. Sementara Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu siap tampil setelah sebelumnya absen di Serie A.

Bodo/Glimt Ukir Sejarah, Siap Lanjutkan Kejutan

Di sisi lain, Bodo/Glimt datang dengan kepercayaan diri tinggi. Klub asuhan Kjetil Knutsen ini mencatat sejarah sebagai klub Norwegia pertama yang meraih tiga kemenangan beruntun di kompetisi elite Eropa.

Perjalanan mereka ke fase gugur terbilang dramatis. Setelah gagal menang dalam enam laga awal fase liga, mereka bangkit dengan kemenangan atas Manchester City dan Atletico Madrid untuk mengamankan tiket playoff.

Musim lalu, Bodo/Glimt bahkan mencapai semifinal Liga Europa sebelum disingkirkan Tottenham Hotspur. Di bawah arahan Knutsen sejak 2018, klub ini telah meraih empat gelar domestik dan sejumlah kemenangan prestisius atas Celtic, Porto, Lazio, hingga Roma.

Hogh menjadi ancaman utama dengan empat gol dalam tiga laga terakhir Liga Champions, sementara Hauge telah mengoleksi lima gol musim ini. Ulrik Saltnes juga kembali tersedia, membuat Knutsen memiliki skuad penuh.

Perkiraan Susunan Pemain

Inter Milan (3-5-2):
Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Henrique, Barella, Zielinski, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Esposito.

Bodo/Glimt (4-3-3):
Haikin; Sjovold, Bjortuft, Gundersen, Bjorkan; Evjen, Berg, Fet; Blomberg, Hogh, Hauge.

Prediksi Jalannya Pertandingan

San Siro dikenal sebagai benteng kuat Inter di kompetisi Eropa. Dukungan publik tuan rumah dan produktivitas gol di kandang menjadi modal penting untuk mengejar defisit agregat.

Meski demikian, Bodo/Glimt bukan tanpa ancaman. Kecepatan transisi dan efektivitas lini depan mereka berpotensi mencuri gol tandang krusial.

Pertandingan diprediksi berlangsung intens sejak menit awal. Jika Inter mampu mencetak gol cepat, peluang comeback terbuka lebar. Skenario perpanjangan waktu bahkan adu penalti menjadi kemungkinan realistis dalam duel sarat tekanan ini. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |