Kemenperin Dorong IKM Naik Kelas, 12 Pelaku Usaha Jadi Pemasok Perlengkapan Haji 2026

14 hours ago 12

Jakarta (pilar.id) – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia terus memperkuat peran industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu bersaing dan terlibat dalam rantai pasok nasional. Salah satu capaian terbaru terlihat dari keberhasilan IKM binaan yang ikut memasok perlengkapan ibadah haji tahun 2026 (1447 Hijriah).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai keterlibatan IKM dalam penyediaan kebutuhan haji merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pasar domestik sekaligus memperkuat industri dalam negeri. Menurutnya, kebutuhan besar dari ekosistem haji dan umrah harus mampu dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi nasional.

Dengan jumlah jemaah yang besar setiap tahun, sektor ini dinilai memiliki potensi signifikan dalam menciptakan nilai tambah bagi pelaku industri lokal. Pemerintah pun mendorong agar kebutuhan tersebut tidak bergantung pada produk impor, melainkan dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Kemenperin secara aktif memfasilitasi akses pasar dan kemitraan berkelanjutan bagi IKM. Hasilnya, sebanyak 12 IKM binaan berhasil masuk dalam rantai pasok perlengkapan haji tahun ini.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, mengungkapkan bahwa sebagian produk yang digunakan jemaah haji Indonesia kini berasal dari IKM nasional. Produk tersebut mencakup batik, mukena, hingga kain ihram yang telah memenuhi standar kualitas.

Empat IKM yang telah menjalin kontrak pengadaan di antaranya adalah CV Akasia Batik, PT Kresna Andalan Beka, CV Rajasa Mas Jaya, dan CV Gilang Githa Gemilang. Mereka bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia sebagai salah satu Bank Penerima Setoran (BPS) haji.

Selain itu, delapan IKM batik dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta turut terlibat melalui fasilitasi sertifikasi Batikmark. Sertifikat ini menjadi jaminan keaslian batik yang digunakan sebagai seragam resmi jemaah haji Indonesia.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menegaskan bahwa sertifikasi tersebut penting untuk menjaga kualitas sekaligus identitas produk lokal di pasar nasional maupun global.

Upaya memperluas pasar IKM juga dilakukan melalui berbagai kegiatan promosi, termasuk Expo UMKM Haji dan Umrah yang menjadi ajang mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen secara langsung. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang kemitraan baru bagi IKM di sektor haji dan umrah.

Kemenperin menegaskan akan terus memperkuat pembinaan IKM melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, sertifikasi, hingga akses pasar. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu mendorong lebih banyak IKM naik kelas.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam membangun industri nasional yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memanfaatkan peluang besar dari pasar domestik maupun global. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |