Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Teknologi untuk Amankan Arus Mudik

1 day ago 14

Ringkasan Berita

  • Operasi Ketupat 2026 resmi dimulai untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 1447 H.
  • Polri membagi pengamanan dalam lima klaster utama, termasuk jalan tol, pelabuhan, dan simpul transportasi.
  • Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyerahkan kendaraan operasional kepada sejumlah Polda untuk mendukung operasi.
  • Pemantauan lalu lintas dilakukan secara real time menggunakan drone, CCTV, dan body camera.
  • Rekayasa lalu lintas contraflow dan one way diterapkan berdasarkan volume kendaraan.
  • Pengaturan lalu lintas juga dilakukan di jalur wisata seperti Puncak, Bocimi, Malang Raya, dan Mengkreng.

Jakarta (pilar.id) – Kepolisian Republik Indonesia resmi memulai Operasi Ketupat 2026, operasi kepolisian terpusat yang digelar untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi tahunan ini tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri berlangsung aman dan tertib.

Operasi dimulai setelah pelaksanaan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin Kapolri di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 dirancang sebagai operasi terpadu yang mencakup berbagai aspek pengamanan selama periode mudik.

Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas mengatur arus kendaraan di jalan raya, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan momen sosial dan spiritual selama Ramadan dan Idulfitri dengan aman.

Lima Klaster Pengamanan Operasi Ketupat

Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat 2026 dibagi dalam lima klaster utama pengamanan. Kelima klaster tersebut mencakup titik-titik vital yang menjadi pusat mobilitas masyarakat selama mudik.

Klaster tersebut meliputi:

  • Jalan tol yang menjadi jalur utama perjalanan antarkota.
  • Jalan arteri yang menjadi alternatif perjalanan darat.
  • Kawasan penyeberangan pelabuhan yang menghubungkan antarwilayah.
  • Simpul transportasi seperti terminal, bandara, dan stasiun kereta api.
  • Tempat ibadah dan destinasi wisata yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.

Seluruh skenario pengamanan tersebut telah disusun melalui koordinasi antara Polri dan berbagai pemangku kepentingan.

Operasi Ketupat tahun ini mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, yang menjadi semangat pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik.

Dukungan Kendaraan Operasional untuk Polda

Dalam rangka mendukung kelancaran operasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada beberapa kepolisian daerah.

Bantuan ini ditujukan terutama bagi wilayah yang sebelumnya terdampak bencana dan membutuhkan dukungan tambahan untuk pelayanan masyarakat.

Setiap Polda menerima sekitar 50 unit kendaraan operasional yang akan digunakan untuk memperkuat mobilitas petugas di lapangan, termasuk di wilayah yang memiliki akses geografis sulit.

Kapolri menekankan bahwa kehadiran personel kepolisian selama Operasi Ketupat harus mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Pemantauan Lalu Lintas Real Time dengan Teknologi

Untuk meningkatkan efektivitas pengamanan, Korlantas Polri memanfaatkan berbagai perangkat teknologi guna memantau kondisi lalu lintas secara real time.

Teknologi yang digunakan antara lain:

  • Drone pemantau lalu lintas
  • Kamera pengawas (CCTV) di titik strategis
  • Body camera yang digunakan petugas di lapangan

Perangkat tersebut memungkinkan pusat kendali lalu lintas memantau pergerakan kendaraan secara langsung sehingga keputusan rekayasa lalu lintas dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa penggunaan teknologi ini menjadi bagian penting dari modernisasi sistem pengelolaan lalu lintas nasional.

Skema Contraflow dan One Way Berdasarkan Volume Kendaraan

Selain pemantauan teknologi, Polri juga menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan selama mudik.

Penerapan contraflow dan sistem satu arah (one way) akan dilakukan secara situasional berdasarkan parameter volume kendaraan yang tercatat melalui sistem traffic counting.

Beberapa skenario yang disiapkan antara lain:

  • Contraflow satu lajur diterapkan jika volume kendaraan mencapai sekitar 5.500 kendaraan per jam.
  • Contraflow dua lajur diberlakukan jika volume meningkat hingga sekitar 6.500 kendaraan per jam.
  • Jika kepadatan terus meningkat, akan diterapkan one way tahap pertama dari KM 70 hingga KM 236 menuju wilayah Jawa Tengah.

Skema ini dirancang untuk mempercepat distribusi kendaraan dari wilayah Jabodetabek menuju jalur utama mudik di Pulau Jawa.

Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Wisata

Selain jalan tol, rekayasa lalu lintas juga disiapkan di sejumlah jalur wisata dan jalan arteri yang kerap mengalami lonjakan kendaraan selama libur Lebaran.

Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah kawasan Gadog menuju Puncak, Bogor. Di jalur ini, sistem one way akan diterapkan pada pagi hari saat akhir pekan, dengan evaluasi kembali pada sore hari berdasarkan kondisi lalu lintas.

Pengaturan serupa juga disiapkan di beberapa titik rawan kepadatan lainnya, antara lain:

  • Jalur Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi)
  • Kawasan wisata Malang Raya
  • Simpul pertemuan arus kendaraan di Mengkreng, Jawa Timur

Seluruh skenario rekayasa lalu lintas tersebut telah disiapkan melalui survei lapangan dan tactical floor game untuk memastikan pelaksanaan operasi berjalan efektif.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, Polri berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, serta memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat. (tin)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |