Panglima TNI Agus Subiyanto Serahkan Bantuan untuk Keluarga 23 Prajurit Marinir Gugur di Bandung Barat

7 hours ago 8

Ringkasan Berita

  • Panglima TNI menyerahkan bantuan kepada ahli waris 23 prajurit Marinir yang gugur saat latihan di Bandung Barat.
  • Kegiatan digelar di Kesatrian Hartono Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.
  • TNI menegaskan komitmen mengawal masa depan keluarga prajurit sesuai arahan Presiden.
  • Doa bersama dipimpin Ustadz Adi Hidayat dalam suasana penuh haru.

Jakarta (pilar.id) – Wujud empati dan solidaritas ditunjukkan Panglima TNI Agus Subiyanto dengan menghadiri penyerahan bantuan kepada ahli waris 23 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang gugur akibat tanah longsor saat latihan di Cisarua, Bandung Barat.

Kegiatan berlangsung di Kesatrian Hartono Marinir, Kamis (19/2/2026), dalam suasana penuh haru. Panglima TNI didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali, Pangkormar Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, serta penceramah nasional Adi Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para prajurit yang tengah menjalankan tugas latihan. Ia menegaskan bahwa seluruh keluarga besar TNI turut merasakan kehilangan atas prajurit terbaik bangsa tersebut.

Komitmen TNI Kawal Masa Depan Keluarga Prajurit

Selain menyerahkan bantuan, Panglima TNI juga menegaskan komitmen institusi untuk mengawal masa depan keluarga yang ditinggalkan. Ia menyebutkan bahwa perhatian terhadap keluarga prajurit gugur merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan institusional TNI.

Menurutnya, arahan tersebut juga sejalan dengan pesan Presiden RI Prabowo Subianto agar keluarga prajurit mendapatkan pendampingan dan perhatian, termasuk terkait pendidikan serta peluang pengabdian bagi anak-anak mereka di masa mendatang.

Panglima TNI meminta jajaran terkait untuk melakukan pendataan serta pembinaan secara berkelanjutan, guna memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak berjalan sendiri menghadapi masa depan.

Pesan Ketegaran bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Dalam suasana yang sarat emosi, Panglima TNI juga menyampaikan pesan penguatan kepada para orang tua dan keluarga. Ia berharap keluarga tetap tegar serta terus membimbing putra-putri mereka agar tumbuh dengan akhlak dan pendidikan yang baik.

Menurutnya, anak-anak prajurit yang gugur merupakan bagian dari generasi penerus bangsa yang perlu didampingi agar kelak mampu menjadi kebanggaan keluarga dan negara.

Doa Bersama untuk Para Prajurit

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Adi Hidayat. Doa dipanjatkan agar para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan.

Peristiwa longsor saat latihan di Cisarua, Bandung Barat, menjadi duka mendalam bagi TNI dan masyarakat Indonesia. Kehadiran langsung Panglima TNI dalam kegiatan ini menjadi simbol komitmen dan empati institusi terhadap keluarga prajurit yang telah berkorban demi tugas negara.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa solidaritas dan tanggung jawab terhadap keluarga prajurit merupakan bagian integral dari nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam tubuh TNI. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |