Pelatih Benfica Jose Mourinho Ancam Coret Prestianni Jika Terbukti Rasis

1 day ago 11

Ringkasan Berita

  • Mourinho menegaskan akan mencoret Prestianni jika terbukti bersalah.
  • UEFA masih menyelidiki dugaan rasisme terhadap Vinicius Junior.
  • Benfica membantah tuduhan yang muncul usai laga kontra Real Madrid.
  • Mourinho juga menepis rumor kembali melatih Real Madrid.
  • Ia menegaskan komitmen menghormati kontraknya bersama Benfica.

Jakarta (pilar.id) – Pelatih Benfica, Jose Mourinho, angkat bicara terkait dugaan pelecehan rasial dalam laga kontra Real Madrid pada leg pertama play-off Liga Champions di Estadio da Luz.

Pertandingan yang dimenangi Madrid 1-0 itu diwarnai tudingan bahwa pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, melakukan tindakan rasis terhadap bintang Los Blancos, Vinicius Junior. Badan sepak bola Eropa, UEFA, saat ini tengah menyelidiki laporan tersebut.

Dalam keterangannya kepada media Spanyol Cadena SER, Mourinho menegaskan komitmennya terhadap prinsip anti-diskriminasi. Ia menyatakan bahwa apabila terbukti bersalah, Prestianni tidak akan lagi menjadi bagian dari tim yang dilatihnya.

Meski demikian, Mourinho tetap menekankan asas praduga tak bersalah. Ia mengingatkan bahwa proses investigasi harus dihormati dan tidak boleh ada vonis sebelum keputusan resmi dikeluarkan UEFA.

Sikap tegas Mourinho ini memperlihatkan standar disiplin tinggi yang ia terapkan di ruang ganti, terutama dalam isu sensitif seperti rasisme yang terus menjadi perhatian utama sepak bola Eropa.

Fokus ke Benfica, Bantah Rumor Real Madrid

Selain membahas isu rasisme, Mourinho kembali disinggung soal rumor yang mengaitkannya dengan kursi pelatih Real Madrid yang berpotensi kosong pada musim panas mendatang.

Ia menegaskan bahwa saat ini fokusnya sepenuhnya untuk Benfica. Mourinho menyatakan menghormati kontraknya dan tidak tertarik memainkan “dua liga” sekaligus—merujuk pada spekulasi media dan kompetisi nyata.

Menurutnya, keputusan untuk bertahan merupakan pilihan sadar dan objektif. Ia juga menyebut siap memperpanjang kontrak jika klub menghendaki, tanpa menjadikannya sebagai bahan negosiasi rumit.

UEFA Masih Lakukan Investigasi

Kasus ini menjadi perhatian luas mengingat Vinicius Junior sebelumnya juga kerap menjadi korban pelecehan rasial di kompetisi Eropa. UEFA belum mengeluarkan keputusan resmi terkait dugaan insiden tersebut.

Hasil investigasi akan menentukan langkah disipliner berikutnya, baik terhadap individu maupun klub jika ditemukan pelanggaran.

Dengan tensi tinggi sejak leg pertama, duel lanjutan antara Benfica dan Real Madrid dipastikan berlangsung dalam sorotan ketat publik dan otoritas sepak bola.

Di tengah tekanan tersebut, Mourinho berusaha menjaga stabilitas timnya. Ia menegaskan bahwa integritas, disiplin, dan komitmen terhadap nilai-nilai sportivitas menjadi fondasi utama yang tidak bisa ditawar.

Keputusan UEFA nantinya akan menjadi penentu arah kasus ini sekaligus menjaga kredibilitas kompetisi Liga Champions di level tertinggi sepak bola Eropa. (wid)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |