Pola Tidur Sehat Saat Puasa, Kunci Tekan Risiko Gangguan Metabolik di Bulan Ramadan

3 hours ago 3

Ringkasan Berita

  • Perubahan jam tidur saat Ramadan berisiko mengganggu kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.
  • Fluktuasi hormon kortisol dan melatonin memengaruhi kualitas tidur selama puasa.
  • Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, daya tahan tubuh, dan mengganggu metabolisme.
  • Tidur berlebihan juga berdampak pada metabolisme dan kualitas istirahat malam.
  • Disiplin mengatur waktu tidur menjadi kunci menjaga kesehatan dan kualitas ibadah selama Ramadan.

Surabaya (pilar.id) – Memasuki bulan Ramadan, perubahan ritme harian tak terhindarkan. Waktu makan bergeser ke malam dan dini hari, aktivitas ibadah meningkat, sementara jam tidur kerap terpangkas. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, SKM, M.Kes, menyoroti bahwa perubahan pola tidur selama Ramadan kerap terjadi, terutama pada mahasiswa dan kelompok usia produktif.

Menurut Lailatul, aktivitas seperti sahur, salat tarawih, tadarus, hingga kebiasaan begadang membuat waktu istirahat mundur. Jika pola ini berlangsung selama satu bulan penuh tanpa pengaturan, dampaknya bisa meluas pada kesehatan fisik dan mental.

Perubahan Hormon dan Risiko Kesehatan

Selama puasa, tubuh mengalami perubahan ritme biologis, termasuk fluktuasi hormon kortisol dan melatonin yang berperan dalam siklus tidur. Ketika seseorang tetap begadang hingga menjelang sahur, durasi tidur berkurang dan kualitasnya menurun.

Dampak jangka pendeknya antara lain rasa kantuk di siang hari, penurunan konsentrasi, perubahan suasana hati, pusing, serta melemahnya daya tahan tubuh. Dalam jangka menengah, gangguan tidur dapat memengaruhi metabolisme, meningkatkan hormon stres, serta mengganggu regulasi gula darah.

Kondisi tersebut juga berpotensi memicu nafsu makan berlebih saat berbuka, yang berujung pada kenaikan berat badan dan ketidakseimbangan hormon lapar.

Tak hanya kurang tidur, tidur berlebihan juga membawa konsekuensi. Tidur siang terlalu lama, misalnya, bisa menyebabkan pusing saat bangun dan membuat sulit tidur di malam hari. Metabolisme tubuh pun dapat melambat, terlebih jika aktivitas fisik minim.

 Cleo Vergara, pexels)Ilustrasi seorang perempuan yang sedang tidur (foto: Cleo Vergara, pexels)
Pentingnya Manajemen Waktu Istirahat

Lailatul menekankan bahwa menjaga kualitas tidur selama Ramadan merupakan bagian dari upaya mempertahankan kesehatan secara menyeluruh. Tubuh yang kurang istirahat akan kesulitan menjalankan fungsi optimal, termasuk dalam mendukung kekhusyukan ibadah.

Beberapa langkah yang disarankan untuk menjaga pola tidur sehat saat puasa antara lain:

  • Tidur lebih awal dan mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur
  • Menghindari begadang tanpa keperluan mendesak
  • Membatasi tidur siang sekitar 20–30 menit untuk memulihkan energi
  • Mengurangi konsumsi kafein saat berbuka
  • Melakukan aktivitas fisik ringan di pagi hari
  • Mengonsumsi sahur dengan gizi seimbang

Menurutnya, Ramadan dapat menjadi momentum membangun disiplin gaya hidup, termasuk dalam mengatur waktu istirahat. Ritme tidur yang teratur bukan hanya mendukung stamina, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme.

Menjaga pola tidur sehat saat puasa bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. Dengan tubuh yang bugar, aktivitas harian dan ibadah selama Ramadan dapat dijalani secara optimal. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |