Jakarta (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyelidiki penemuan potongan tubuh yang diduga kaki manusia di aliran Sungai Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (19/8).
Potongan tubuh tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) Limo saat sedang melakukan pembersihan rutin di area sungai.
"Petugas SDA sedang pembersihan di sungai, kemudian ditemukan ada potongan tubuh bagian diduga kaki. Dari petugas tersebut langsung melaporkan kepada pihak kepolisian," kata Ketua Tim Khusus (Katimsus) 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan setelah menerima laporan tersebut, tim gabungan beserta Unit Identifikasi Polda Metro Jaya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Potongan tubuh tersebut kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan forensik," ucap Breggy.
Baca juga: Polda Metro Jaya gelar 51 adegan rekonstruksi kasus mutilasi di Depok
Dia menyebutkan pemeriksaan medis itu dilakukan untuk memastikan keabsahan temuan tersebut serta menguji keterkaitannya dengan dugaan kasus mutilasi sebelumnya.
Di sisi lain, aliran Sungai Limo diketahui tersambung dengan sistem aliran Kali Licin.
"Kami mengirimkan potongan tubuh tersebut ke forensik Kramat Jati untuk pendalaman lebih lanjut, untuk menentukan apakah memang ini benar potongan tubuh milik korban atau bukan. Kami harus memastikan itu dulu," ujar Breggy.
Seperti diketahui, kepolisian masih mencari potongan kaki korban mutilasi yang sebagian tubuhnya ditemukan di dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok.
"Tim dari Penyidik Satreskrim Polres Depok bersama-sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus berupaya mencari potongan badan bagian bawah, dua kaki, ya, yang dibuang oleh tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin di Jakarta pada 7 Agustus 2026.
Baca juga: Polisi masih cari potongan kaki korban mutilasi di Depok
Dia membeberkan dua kendala utama dalam pencarian potongan tubuh tersebut, yakni titik pasti tersangka membuangnya serta aliran air.
"Masalah titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Kemudian, ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," tutur Iman.
Terkait durasi pencarian, kata dia, pihaknya harus mengatur ritme tim pencarian potongan tubuh korban demi efektifitas.
"Tentunya, tim dari K9 dan tim kami juga harus diatur supaya kami tetap bisa bertahan sampai dengan kami menemukan potongan tersisa yang belum ditemukan tersebut," pungkas Iman.
Sebelumnya, kasus penemuan mayat korban mutilasi yang terbungkus di dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, berhasil diungkap setelah pelakunya dibekuk oleh Subdit Resmob Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengungkapkan korban bernama Kunaefi (51), warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, itu diduga dibunuh oleh pelaku berinisial SA (26).
Baca juga: Polisi dalami dugaan hubungan sesama jenis dalam kasus mutilasi di Depok
Baca juga: Kronologi temuan mayat dalam karung di Depok hingga penangkapan pelaku
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.















































