Ringkasan Berita
- PSIM Yogyakarta menghadapi Semen Padang di pekan ke-24 BRI Super League 2025/26.
- Franco Ramos menjadi pemain kunci PSIM dengan 20 penampilan dan 4 gol musim ini.
- PSIM berada di peringkat ke-6 dengan 36 poin.
- Semen Padang masih juru kunci dengan 16 poin dan berjuang keluar dari zona degradasi.
- Kasim Botan bertekad membuktikan diri saat menghadapi mantan klubnya.
Padang (pilar.id) – Laga krusial pekan ke-24 BRI Super League akan mempertemukan PSIM Yogyakarta kontra Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3) malam.
Bek andalan PSIM, Franco Ramos, memastikan dirinya dan rekan-rekan dalam kondisi siap tempur menghadapi tuan rumah yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi.
Franco Ramos Jadi Pilar Konsisten PSIM
Franco Ramos menjadi sosok penting di lini belakang Laskar Mataram musim ini. Dari 23 pertandingan yang telah dijalani PSIM hingga pekan ke-23, pemain asal Argentina itu tampil dalam 20 laga dengan total 1.783 menit bermain.
Menariknya, ia bukan hanya berperan sebagai palang pintu pertahanan, tetapi juga produktif dalam membantu serangan. Ramos telah mencetak empat gol dan satu assist musim ini. Tiga gol di antaranya lahir dalam dua pertandingan terakhir, yakni saat menghadapi Bali United serta dua gol dalam laga tandang kontra PSBS Biak.
Secara statistik, Ramos nyaris selalu bermain penuh 90 menit. Satu-satunya laga di mana ia tidak tampil penuh terjadi pada pekan ke-17 saat menghadapi Madura United FC, ketika ia bermain selama 73 menit.
PSIM saat ini berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 36 poin. Posisi tersebut membuat mereka tetap berada dalam persaingan papan atas, sehingga laga tandang ke Padang menjadi momentum penting untuk menjaga konsistensi.
PSIM Waspadai Motivasi Tuan Rumah
Meski unggul di atas kertas, PSIM tidak ingin lengah. Semen Padang saat ini berada di posisi juru kunci dengan 16 poin, angka yang sama dengan Persis Solo di peringkat ke-17. Sementara itu, PSBS Biak (18 poin) dan Persijap Jepara (19 poin) juga berada di zona rawan.
Kondisi ini membuat Kabau Sirah dipastikan tampil habis-habisan demi membuka peluang keluar dari tiga terbawah. Secara matematis, kemenangan atas PSIM dapat mengubah peta persaingan zona degradasi.
Kasim Botan Hadapi Mantan Klub
Dari kubu tuan rumah, winger Kasim Botan menyambut laga ini dengan motivasi tinggi. PSIM merupakan klub yang ia perkuat pada putaran pertama musim ini, meski kontribusinya kala itu sangat terbatas.
Kasim hanya mencatat satu penampilan bersama PSIM di pekan ke-9 saat menghadapi Persita Tangerang, dengan waktu bermain delapan menit. Selebihnya, ia lebih banyak berada di bangku cadangan atau tidak masuk daftar susunan pemain.
Memasuki putaran kedua, Kasim memilih bergabung dengan Semen Padang dan kini berambisi membuktikan kapasitasnya saat menghadapi mantan timnya. Ia menyebut tim dalam kondisi siap dan optimistis mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Laga Penentu Arah Musim
Pertandingan ini bukan sekadar duel biasa. Bagi PSIM, kemenangan akan memperkokoh posisi di papan tengah atas dan menjaga peluang bersaing di jalur kompetitif. Sebaliknya, bagi Semen Padang, laga ini menjadi salah satu titik krusial untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi.
Dengan tekanan berbeda di kedua kubu, duel di Stadion Haji Agus Salim diprediksi berlangsung intens. Konsistensi lini belakang PSIM yang dikomandoi Franco Ramos akan diuji oleh determinasi Semen Padang yang ingin bangkit dari keterpurukan. (mad/hdl)

9 hours ago
6

















































