Ringkasan Berita
- Pelatih Chelsea Liam Rosenior menilai laga melawan PSG di Liga Champions akan menjadi tantangan berat.
- Pertandingan leg pertama babak 16 besar digelar di Parc des Princes sebelum leg kedua di Stamford Bridge.
- Rosenior pernah menghadapi PSG tiga kali saat melatih Strasbourg dengan hasil seimbang.
- Ia menilai PSG tetap memiliki kualitas kelas dunia meski baru kalah dari Monaco di Ligue 1.
- Chelsea fokus menjaga disiplin dan strategi dalam duel dua leg demi membawa hasil positif ke London.
Paris (pilar.id) – Pelatih Chelsea FC, Liam Rosenior, menilai pertandingan melawan Paris Saint-Germain di babak 16 besar UEFA Champions League akan menjadi ujian besar bagi timnya. Meski demikian, ia optimistis duel dua leg antara kedua klub raksasa Eropa itu akan menghadirkan pertandingan berkualitas tinggi.
Leg pertama akan berlangsung di Parc des Princes, Paris, sebelum penentuan tiket perempat final digelar di Stamford Bridge, London, pekan depan.
Pertemuan ini mempertemukan dua klub dengan status bergengsi. Chelsea datang sebagai juara dunia klub, sementara PSG merupakan juara bertahan Liga Champions.
Rosenior Antusias Hadapi Tantangan Besar
Dalam konferensi pers jelang pertandingan di Paris, Rosenior menegaskan bahwa laga besar seperti ini merupakan bagian penting dari proses perkembangan timnya, terutama bagi para pemain muda Chelsea.
Menurut Rosenior, pengalaman menghadapi klub elite Eropa akan membantu pemain memahami tekanan dan tuntutan kompetisi tertinggi di benua tersebut.
Pelatih berusia 40 tahun itu juga menilai pertandingan melawan PSG berpotensi menjadi duel menarik karena kedua tim memiliki identitas permainan yang berbeda.
Chelsea dikenal mengandalkan energi pemain muda serta permainan cepat, sementara PSG memiliki kedalaman skuad dan pengalaman di kompetisi Eropa.
Pengalaman Rosenior Hadapi PSG
Rosenior bukan sosok asing bagi PSG. Saat masih menangani RC Strasbourg Alsace, ia pernah tiga kali berhadapan dengan tim asuhan Luis Enrique.
Dari tiga pertemuan tersebut, hasilnya cukup seimbang dengan masing-masing satu kemenangan, satu kekalahan, dan satu hasil imbang.
Pengalaman tersebut membuat Rosenior memahami betul kualitas yang dimiliki klub ibu kota Prancis itu.
Meski PSG baru saja menelan kekalahan dari AS Monaco di Ligue 1, Rosenior tidak melihat hasil tersebut sebagai indikasi menurunnya performa mereka.
Menurutnya, kritik terhadap tim yang sedang berada di puncak merupakan hal yang lumrah di sepak bola modern.
Ia juga menilai PSG tetap memiliki kualitas kelas dunia baik dari sisi pemain maupun kepelatihan.
Fokus Chelsea: Disiplin dan Strategi Dua Leg
Rosenior menekankan bahwa laga ini tidak hanya ditentukan oleh satu pertandingan. Format dua leg membuat Chelsea harus bermain dengan disiplin tinggi agar dapat membawa hasil positif ke London.
Fokus utama tim, kata Rosenior, adalah menjaga keseimbangan antara permainan agresif dan pengendalian emosi di lapangan.
Ia juga mengingatkan bahwa pertandingan ini tidak hanya menuntut kesiapan taktik, tetapi juga kekuatan fisik serta kualitas teknis pemain.
Dengan kualitas yang dimiliki kedua tim, Rosenior memprediksi pertandingan ini akan menjadi salah satu duel paling menarik di fase gugur Liga Champions musim ini.
Bagi penonton netral, laga antara Chelsea dan PSG diperkirakan menghadirkan pertarungan terbuka antara dua tim yang sama-sama memiliki ambisi besar di kompetisi Eropa. (wid/hdl)

1 day ago
8

















































