Jakarta (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, menyita sejumlah barang mulai dari obat hingga sendok berbahan besi milik warga binaan saat razia gabungan.
"Kalau yang kami sita ini saat razia bukan tidak boleh digunakan, hanya dibatasi. Contoh seperti sendok yang terbuat dari besi tidak bisa digunakan di dalam, lalu obat-obatan dari apotek," kata Kepala Bidang Perawatan, Keamanan, dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) DKI Jakarta Edi Sigit Budiman di Jakarta, Rabu.
Sigit menyebut, barang-barang yang disita tersebut selanjutnya akan dimusnahkan sesuai ketentuan.
Barang yang disita bukan karena seluruh barang tersebut merupakan benda terlarang, tetapi sejumlah barang yang penggunaannya harus dibatasi sebagai upaya keamanan.
"Tapi kalau barang-barang yang sifatnya seperti cermin yang kecil ini masih bisa ditoleransi," ucap Sigit.
Selain peralatan berbahan logam, petugas juga mengamankan sejumlah obat-obatan yang sebelumnya berasal dari klinik Rutan Pondok Bambu.
Baca juga: Natalia Rusli dipindahkan ke Rutan Kelas IIA Pondok Bambu
Obat-obatan tersebut merupakan obat legal yang diberikan melalui klinik rutan. Namun, obat yang sudah tidak digunakan oleh warga binaan tetap disita untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan.
"Kita khawatirkan obat-obatan ini disalahgunakan oleh warga binaan. Jadi mungkin karena obat itu resepnya harus tiga hari, tapi warga binaan tersebut satu hari sudah sembuh, maka yang bersangkutan sudah tidak menggunakan obat itu. Oleh sebab itu kita sita untuk kita musnahkan," jelas Sigit.
Dia memastikan, dalam penggeledahan tersebut petugas tidak menemukan narkoba maupun alat komunikasi ilegal.
Razia tersebut merupakan bagian dari kegiatan penggeledahan rutin di unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan di wilayah Jakarta, baik lapas maupun rutan.
Kegiatan juga dilaksanakan berdasarkan perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai bagian dari program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan petugas internal pemasyarakatan.
"Kegiatan ini rutin kita laksanakan baik rutin secara berkala maupun insidental. Jadi seperti malam hari ini adalah insidental," kata Sigit.
Dia berharap, keterlibatan TNI dan Polri dalam razia tersebut dapat menjadi bagian dari sinergi pengamanan untuk memastikan kegiatan penggeledahan berjalan aman dan tertib.
Baca juga: Pelindo berdayakan WB Rutan Pondok Bambu lewat program Pelita Warna
Baca juga: Ditjen PAS DKI bantah intimidasi Nikita Mirzani di Rutan Pondok Bambu
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.















































