Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

3 hours ago 6

Medan (pilar.id) – Film Rambo: Last Blood menjadi babak penutup perjalanan panjang John Rambo, karakter ikonik yang telah melekat dengan nama Sylvester Stallone selama hampir empat dekade. Dirilis pada 2019, film kelima dalam waralaba Rambo ini menghadirkan kisah yang lebih personal sekaligus brutal, menempatkan sang veteran perang dalam misi penyelamatan yang berubah menjadi aksi balas dendam tanpa kompromi.

Disutradarai Adrian Grünberg dan ditulis bersama oleh Sylvester Stallone, “Rambo: Last Blood” mengangkat cerita tentang John Rambo yang berusaha menyelamatkan keponakan angkatnya dari jaringan kartel kriminal di Meksiko. Film ini menjadi kelanjutan langsung dari “Rambo” yang dirilis pada 2008 dan sekaligus diposisikan sebagai akhir perjalanan karakter legendaris tersebut.

Kisah Terakhir John Rambo

Cerita berlangsung sebelas tahun setelah Rambo kembali dari Myanmar. Ia menjalani kehidupan yang relatif tenang di peternakan keluarga di Arizona bersama Maria Beltran dan cucunya, Gabriela. Namun ketenangan itu berubah ketika Gabriela nekat pergi ke Meksiko untuk menemui ayah kandungnya yang telah lama meninggalkannya.

Perjalanan tersebut berujung petaka. Gabriela menjadi korban penculikan kartel narkoba dan dipaksa masuk ke jaringan perdagangan manusia. Mengetahui hal itu, Rambo segera menuju Meksiko untuk mencari dan menyelamatkannya.

Dalam upayanya, Rambo berhadapan dengan kelompok kriminal yang dipimpin bersaudara Hugo dan Victor Martinez. Konflik berkembang menjadi pertarungan berdarah setelah Gabriela meninggal akibat overdosis. Kehilangan tersebut memicu amarah Rambo yang kemudian menyiapkan serangkaian jebakan mematikan di peternakannya untuk menghadapi para anggota kartel yang memburunya.

Film ditutup dengan pertarungan brutal yang memperlihatkan sisi paling gelap dari karakter John Rambo. Meski berhasil mengalahkan musuh-musuhnya, Rambo harus menghadapi kenyataan pahit akibat kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Dibintangi Sylvester Stallone dan Sejumlah Aktor Ternama

Selain Sylvester Stallone sebagai John Rambo, film ini turut diperkuat sejumlah aktor dan aktris internasional. Paz Vega memerankan Carmen Delgado, seorang jurnalis independen yang membantu Rambo mengungkap aktivitas kartel. Sergio Peris-Mencheta tampil sebagai antagonis utama Hugo Martinez, sementara Adriana Barraza berperan sebagai Maria Beltran.

Yvette Monreal memerankan Gabriela Beltran, karakter yang menjadi pusat konflik dalam cerita. Selain itu, Joaquín Cosío, Pascacio López, dan Genie Kim atau Yenah Han juga mengambil bagian dalam jajaran pemeran pendukung.

Proses produksi film dimulai pada Oktober 2018 dengan lokasi syuting utama di Bulgaria dan Spanyol. Adrian Grünberg resmi ditunjuk sebagai sutradara pada Agustus 2018 setelah proyek film sempat mengalami beberapa kali perubahan konsep sejak pertama kali direncanakan pasca-rilis “Rambo” tahun 2008.

Sukses Komersial, Namun Tuai Kritik

Meski mendapat perhatian besar dari penggemar franchise Rambo, “Rambo: Last Blood” memperoleh respons yang beragam dari kalangan kritikus film. Banyak ulasan menyoroti tingkat kekerasan yang sangat eksplisit dalam film ini serta menilai alur ceritanya kurang kuat dibandingkan film-film sebelumnya.

Sejumlah kritikus juga mengkritik penggambaran kartel Meksiko yang dianggap stereotip dan memicu perdebatan mengenai representasi budaya dalam film Hollywood. Namun di sisi lain, penampilan Sylvester Stallone tetap mendapat apresiasi karena dinilai berhasil menghadirkan sisi emosional dan rapuh dari karakter John Rambo yang selama ini identik dengan sosok petarung tangguh.

Di situs agregator ulasan, film ini memperoleh skor yang relatif rendah dari kritikus profesional. Kendati demikian, respons penonton cenderung lebih positif, terutama dari penggemar lama franchise yang menganggap film tersebut sebagai penutup yang layak bagi karakter Rambo.

Dari sisi komersial, “Rambo: Last Blood” mampu mencatatkan pendapatan global sekitar 91,5 juta dolar AS dengan biaya produksi sekitar 50 juta dolar AS. Angka tersebut menunjukkan bahwa daya tarik karakter John Rambo masih cukup kuat di pasar internasional meskipun telah memasuki film kelima.

Menariknya, kisah Rambo belum benar-benar berakhir. Setelah “Last Blood”, pengembangan film prekuel berjudul “John Rambo” dilaporkan tengah berlangsung. Proyek tersebut diproyeksikan mengungkap latar belakang karakter Rambo sebelum peristiwa yang terjadi dalam film pertama, sekaligus membuka lembaran baru bagi salah satu ikon film aksi paling terkenal dalam sejarah Hollywood. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |