Warga protes gubuk karaoke liar bertebaran di Kembangan Jakbar

13 hours ago 10

Jakarta (ANTARA) - Warga memprotes keberadaan gubuk karaoke liar yang diduga menjadi tempat prostitusi ilegal di sepanjang Jalan Haji Lebar, Kembangan, Jakarta Barat.

Protes itu disampaikan dengan spanduk berisi keresahan hingga penolakan warga terhadap lapak-lapak liar di pinggir Tol Lingkar Luar Jakarta Barat 2 tersebut.

Menurut pengakuan seorang warga sekitar, Chandra (30) saat ditemui di lokasi tersebut pada Kamis, lapak-lapak semi permanen itu memang menjadi tempat hiburan layaknya hiburan malam.

"Kadang-kadang ada biduannya dua orang ada di warung itu, mereka pada karaoke, pada nyanyi," ujar Candra.

Chandra pun mengaku sangat terganggu dengan adanya aktivitas tersebut.

"Kadang sampai jam 2 pagi masih kedengaran suara dangdut. Soalnya itu dekat sama permukiman warga, jadi ganggu banget lah," ungkapnya.

Baca juga: Ini sanksi pelanggaran jam operasional usaha hiburan saat Ramadhan

Baca juga: Ditolak warga, Pemprov DKI evaluasi izin Party Station

Gubuk karaoke liar yang diprotes warga di Jalan Haji Lebar, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (19/2/2026). ANTARA/Risky Syukur

Ketua RW 01 Kelurahan Meruya Selatan, Nasrullah pun membenarkan adanya keresahan warga. "Kalau masyarakat itu kan dia resah ya, jadi yang pertama ya suara musik itu," kata Nasrullah.

Menurut Nasrullah, gubuk-gubuk itu sudah berdiri sejak lama, tepatnya saat pembebasan lahan warga yang berada di pinggir tol.

Ia mengatakan, orang-orang yang kerap mampir atau beraktivitas di gubuk-gubuk itu juga tidak diketahui asalnya.

"Makanya aspirasi warga diwujudkan dengan bentuk pemasangan spanduk. Surat keberatan warga sudah disampaikan ke jelurahan," ungkap dia.

Memasuki bulan puasa, warga berharap aktivitas di gubuk-gubuk itu segera ditindak.. "Karena aktivitasnya sampai tengah malam, ganggu," katanya.

Pantauan di lokasi, empat orang petugas Satpol PP dengan satu mobil nampak tengah melakukan patroli atau pengawasan di lokasi. Gubuk-gubuk karaoke pun berjejer di sepanjang jalan pinggir tol tersebut.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |