Ringkasan Berita
- BMKG menandatangani kerja sama lanjutan dengan Weathernews Inc. Jepang
- Kerjasama dilakukan untuk mengembangkan sistem peringatan dini berbasis AI.
- Kolaborasi ini difokuskan pada prakiraan siklon tropis dan banjir guna meningkatkan akurasi mitigasi bencana di Indonesia.
Jakarta (pilar.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi memperkuat sistem peringatan dini bencana di Indonesia melalui kerja sama lanjutan dengan perusahaan layanan cuaca asal Jepang, Weathernews Inc. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Collaboration Agreement bertajuk “A Project for AI-Based Tropical Cyclone and Flood Forecasting in Indonesia” yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Rabu (5/2/2026).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah strategis BMKG dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan inovasi data untuk mendukung inisiatif global Early Warnings for All (EW4All). Fokus utama kolaborasi ini adalah peningkatan akurasi dan kecepatan peringatan dini terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya siklon tropis dan banjir.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menegaskan bahwa kemitraan dengan Weathernews mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan informasi cuaca dan iklim yang lebih andal dan mudah diakses masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan AI menjadi kunci untuk menjangkau kelompok masyarakat berisiko secara lebih efektif.
Kolaborasi ini dinilai sebagai tonggak penting dalam penguatan kapasitas prakiraan BMKG. Dengan dukungan teknologi AI, sistem peringatan dini diharapkan mampu memberikan prediksi yang lebih presisi, terutama pada fenomena cuaca ekstrem yang kerap memicu bencana besar di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam perjanjian tersebut, Weathernews Inc. akan menyediakan produk prakiraan siklon tropis dan banjir berbasis AI, sekaligus mengembangkan dashboard khusus yang dapat dimanfaatkan BMKG untuk analisis dan diseminasi informasi. Managing Executive Officer Service Operation and Development Weathernews Inc., Daisuke Abe, menekankan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen jangka panjang untuk mencegah terulangnya bencana besar akibat keterlambatan atau ketidakakuratan informasi cuaca.
Abe juga menyoroti pentingnya penggabungan data dan pengetahuan lokal yang dimiliki BMKG dengan teknologi AI Weathernews. Sinergi tersebut dinilai krusial mengingat kompleksitas kondisi geografis dan dinamika cuaca Indonesia yang berbeda dengan negara lain.
Hubungan kerja sama antara BMKG dan Weathernews Inc. sejatinya telah terjalin sejak 2016 melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Pada tahap sebelumnya, kedua pihak sukses melaksanakan studi kelayakan layanan komunikasi risiko cuaca untuk sektor industri di Kabupaten Bekasi dan Karawang. Studi tersebut menghasilkan pengembangan sistem precipitation nowcasting berbasis data radar real-time BMKG yang mampu mendeteksi potensi hujan hingga satu jam ke depan.
Melalui kolaborasi terbaru ini, BMKG berharap penguatan kerja sama teknis dan pengembangan model prediksi berbasis AI dapat meningkatkan efektivitas peringatan dini dan mitigasi bencana. Dengan sistem yang semakin akurat dan responsif, risiko dampak bencana hidrometeorologi di Indonesia diharapkan dapat ditekan secara signifikan, sejalan dengan target perlindungan masyarakat yang lebih luas. (usm/hdl)

4 hours ago
12

















































