Ringkasan Berita
- Atalanta BC menjamu Juventus pada perempat final Coppa Italia di Bergamo.
- Juventus datang sebagai juara bertahan usai menaklukkan Atalanta di final 2024.
- Kedua tim sama-sama menunjukkan tren positif sejak pergantian pelatih.
- Atalanta mengandalkan kekuatan kandang dan performa solid Marco Carnesecchi.
- Juventus tampil konsisten di bawah Luciano Spalletti meski jadwal Februari padat.
Bergamo (pilar.id) — Laga sarat gengsi akan tersaji pada perempat final Coppa Italia ketika Atalanta BC menjamu Juventus, Jumat (6/2/2026) pukul 04.00 WIB. Pertandingan ini menjadi penentu siapa yang berhak melangkah ke semifinal dan berpeluang menghadapi Lazio atau juara bertahan Bologna.
Bagi Juventus, duel ini mengingatkan pada final Coppa Italia 2024, saat mereka menundukkan Atalanta untuk meraih trofi ke-15 sepanjang sejarah klub. Namun kali ini situasinya berbeda, dengan kedua tim datang membawa momentum kebangkitan di bawah arahan pelatih baru.
Atalanta, yang kini ditangani Raffaele Palladino, masih memburu kejayaan domestik yang terakhir kali mereka rasakan pada 1963. Meski begitu, performa La Dea musim ini menunjukkan grafik menanjak. Kemenangan telak 4-0 atas Genoa di babak 16 besar menjadi sinyal ambisi mereka di ajang ini.
Di Serie A, Atalanta mengumpulkan 23 poin dari 12 laga sejak pergantian pelatih dan kini bertengger di papan tengah atas. Penampilan defensif juga menjadi sorotan, dengan tujuh clean sheet tercatat di era Palladino. Salah satu momen paling impresif terjadi akhir pekan lalu saat mereka menahan imbang Como tanpa gol, meski bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang laga.
Penjaga gawang Marco Carnesecchi menjadi figur kunci dalam laga tersebut. Konsistensinya membuat Atalanta hanya kebobolan satu gol di Serie A sepanjang 2026, menjadikannya salah satu kiper paling stabil di Italia saat ini.
Namun, Atalanta harus melakukan rotasi menyusul laga yang menguras energi tersebut. Di lini depan, Gianluca Scamacca berpeluang kembali memimpin serangan, bersaing dengan Nikola Krstovic, sementara Giacomo Raspadori menjadi tumpuan kreativitas setelah kepergian Ademola Lookman.
Di kubu lawan, Juventus datang dengan kepercayaan diri tinggi. Sejak ditangani Luciano Spalletti, Bianconeri menunjukkan identitas permainan yang lebih solid dan efisien. Kemenangan atas Udinese di babak sebelumnya menjadi titik awal konsistensi Juve di Coppa Italia musim ini.
Dalam dua pekan terakhir, Juventus mencatat hasil impresif dengan menaklukkan Benfica dan Napoli, sebelum mencetak empat gol ke gawang Parma di Serie A. Bek tengah Bremer tampil menonjol dengan kontribusi gol dari situasi bola mati, memperkuat reputasinya sebagai salah satu bek paling produktif di Eropa.
Meski demikian, Juventus masih dibayangi masalah cedera. Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik dipastikan absen, sementara kondisi Kenan Yildiz masih dipantau. Sebagai gantinya, Jonathan David menunjukkan ketajaman dengan kontribusi gol dan assist yang konsisten sepanjang 2026, didukung performa apik Weston McKennie dari lini kedua.
Secara statistik, Atalanta unggul dalam intensitas serangan pada babak sebelumnya, sementara Juventus dikenal disiplin dalam bertahan. Bentrokan gaya bermain ini diprediksi menghadirkan laga ketat, di mana satu gol bisa menjadi pembeda, seperti yang terjadi pada final Coppa Italia dua musim lalu.
Dengan kekuatan kandang Atalanta dan soliditas Juventus di laga tandang, duel di Bergamo berpotensi berlangsung sengit hingga menit akhir. Siapa pun pemenangnya, laga ini diyakini menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Coppa Italia musim ini. (mad/hdl)

8 hours ago
6

















































