Ringkasan Berita
- Pelatih Chelsea Liam Rosenior terlihat meluapkan emosi jelang laga Carabao Cup melawan Arsenal.
- Rosenior menilai staf kepelatihan Arsenal tidak menghormati area pemanasan Chelsea.
- Insiden terjadi sebelum laga semifinal Carabao Cup di Emirates Stadium.
- Chelsea akhirnya tersingkir setelah kalah agregat 4-2 dari Arsenal.
- Fokus Chelsea kini beralih ke laga Liga Inggris melawan Wolverhampton Wanderers.
London (pilar.id) — Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengungkap alasan di balik luapan emosinya menjelang laga Carabao Cup kontra Arsenal. Rosenior menilai staf kepelatihan The Gunners menunjukkan sikap kurang menghormati timnya saat sesi pemanasan sebelum pertandingan berlangsung di Emirates Stadium.
Rosenior terlihat terlibat adu argumen dengan beberapa anggota staf Arsenal yang berada di area setengah lapangan yang seharusnya digunakan Chelsea untuk pemanasan. Menurut pelatih asal Inggris itu, insiden tersebut tidak melibatkan para pemain Arsenal, melainkan murni terkait etika dan batas wilayah saat persiapan pertandingan.
Dalam keterangannya kepada media menjelang laga Liga Inggris melawan Wolverhampton Wanderers, Rosenior menjelaskan bahwa setiap tim memiliki area pemanasan masing-masing. Ia menilai keberadaan staf Arsenal di wilayah Chelsea mengganggu proses persiapan timnya dan mencerminkan kurangnya rasa saling menghormati.
Meski demikian, Rosenior menegaskan tidak memiliki masalah pribadi dengan Arsenal sebagai klub. Ia menyebut reaksinya muncul secara spontan karena ingin melindungi kepentingan dan fokus timnya jelang pertandingan penting.
Chelsea sendiri gagal membalikkan keadaan di laga tersebut. The Blues tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah agregat 4-2, dengan mantan pemain Chelsea Kai Havertz menjadi salah satu penentu kemenangan Arsenal lewat gol telat di leg kedua.
Penampilan Chelsea dalam laga itu menuai kritik dari sejumlah pengamat sepak bola Inggris. Namun Rosenior menilai reaksi tersebut sebagai bagian dari dinamika dunia kepelatihan. Ia tetap melihat sisi positif dari performa timnya, meski mengakui hasil akhir tidak berpihak kepada Chelsea.
Pelatih yang sebelumnya menangani Strasbourg itu menegaskan bahwa opini eksternal tidak memengaruhi pendekatannya dalam mengambil keputusan. Ia menilai timnya tampil kompetitif dan memiliki peluang untuk mengubah jalannya pertandingan.
Usai tersingkir dari Carabao Cup, Chelsea kini mengalihkan fokus ke Liga Inggris. Akhir pekan ini, mereka dijadwalkan menghadapi Wolves yang berada di dasar klasemen. Kemenangan di laga tersebut berpotensi membawa Chelsea kembali ke zona empat besar.
Rosenior menekankan pentingnya konsistensi performa dan intensitas permainan dari para pemainnya. Ia menilai Wolves tetap berbahaya meski berada di posisi bawah, terutama setelah penampilan kompetitif mereka dalam beberapa laga terakhir.
Chelsea pun dihadapkan pada fase krusial musim ini, di mana stabilitas permainan dan hasil positif akan sangat menentukan posisi mereka di papan atas Liga Inggris. (wid)

8 hours ago
6

















































