Padang (pilar.id) – Goethe-Institut Indonesien dan Universitas Negeri Padang (UNP) memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembelajaran bahasa Jerman sekaligus membuka peluang studi dan karier bagi masyarakat Sumatera Barat di Jerman.
Kerja sama resmi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Universitas Negeri Padang, Rabu (12/8/2026).
Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru Constanze Michel bersama Rektor UNP Krismadinata. Prosesi tersebut disaksikan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.
Kemitraan ini menjadi langkah Goethe-Institut untuk memperkuat kerja sama jangka panjang dengan UNP sekaligus memperluas pelaksanaan kegiatan Goethe-Institut di Sumatera Barat.
Selain bidang akademik, kolaborasi juga diarahkan untuk memberikan dukungan kepada calon pekerja migran melalui pembelajaran bahasa Jerman dan program pra-integrasi yang lebih komprehensif. Penguasaan bahasa menjadi salah satu bekal penting bagi masyarakat Indonesia yang berencana melanjutkan pendidikan maupun membangun karier di Jerman.
Perluas Akses Bahasa Jerman di Sumatera Barat
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menilai kerja sama UNP dan Goethe-Institut memiliki arti strategis karena memperluas jangkauan kerja sama Jerman-Indonesia di luar Pulau Jawa.
Menurut Beste, kemitraan dengan UNP dapat membantu mahasiswa di Sumatera memperoleh akses pembelajaran bahasa Jerman sekaligus memperkuat kualitas pengajaran bahasa tersebut. Salah satu bentuk pengembangan yang didorong adalah peningkatan kompetensi guru bahasa Jerman di Indonesia melalui pelatihan.
Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru Constanze Michel juga menilai kemitraan tersebut dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat Padang dan daerah sekitarnya.
Akses yang lebih luas terhadap pendidikan bahasa Jerman berkualitas, menurut Michel, berpotensi memperbesar kesempatan masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan atau membangun karier di Jerman.
Bagi UNP, kerja sama tersebut membuka peluang untuk memperluas jejaring akademik dengan perguruan tinggi di Jerman. Rektor UNP Krismadinata menyebut kemitraan tersebut sebagai awal dari hubungan yang lebih luas, terutama dalam pengembangan mobilitas mahasiswa dan dosen.
Program yang tengah dijajaki mencakup pertukaran mahasiswa jangka pendek, magang, program musim panas, serta berbagai pengalaman akademik lainnya di Jerman. Pada saat yang sama, UNP juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen dari perguruan tinggi Jerman untuk mengikuti program akademik di Padang.
Dengan skema pertukaran dua arah tersebut, kerja sama diharapkan tidak berhenti pada pembelajaran bahasa, tetapi berkembang menjadi kolaborasi akademik, penelitian, serta pengalaman lintas budaya.
German Bootcamp Jadi Langkah Awal
Kolaborasi Goethe-Institut dan UNP sebenarnya telah berjalan sebelum MoU ditandatangani. Salah satu program awalnya adalah German Bootcamp, pelatihan intensif selama dua bulan yang diikuti 14 guru bahasa Jerman dari Sumatera dan sejumlah provinsi lainnya.
Program tersebut didanai Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta dan menghadirkan dua pengajar dari Goethe-Institut. Materinya tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Jerman, tetapi juga mencakup metodologi dan didaktik pengajaran.
Pelatihan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas guru bahasa Jerman sehingga pembelajaran bahasa Jerman di berbagai daerah dapat berlangsung dengan metode yang semakin efektif.
Dalam jangka panjang, kerja sama Goethe-Institut dan UNP diarahkan untuk mendukung pengembangan program studi bahasa Jerman serta penyelenggaraan ujian bahasa Jerman di lingkungan kampus.
Selain itu, kedua pihak merencanakan pendirian German Corner di Perpustakaan UNP. Fasilitas ini nantinya menjadi ruang informasi, pembelajaran, dan interaksi mengenai Jerman.
German Corner akan menyediakan akses informasi yang tidak hanya berkaitan dengan bahasa dan budaya, tetapi juga pendidikan, ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi Jerman. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat aktivitas bagi mahasiswa, dosen, guru, maupun masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap Jerman.
Kerja sama ini memperkuat posisi UNP dalam mengembangkan jejaring internasional sekaligus memperluas akses masyarakat Sumatera Barat terhadap informasi pendidikan dan peluang mobilitas global.
Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), UNP selama ini mengembangkan berbagai program internasional, termasuk pertukaran mahasiswa, pengajaran dan penelitian, Erasmus+, teaching practice, serta summer course bersama perguruan tinggi mitra di luar negeri.
Sementara itu, Goethe-Institut merupakan lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman yang beroperasi secara global. Lembaga tersebut antara lain mendorong pembelajaran bahasa Jerman di luar negeri dan pertukaran budaya antarbangsa melalui berbagai program pendidikan dan kebudayaan.
Kemitraan dengan UNP menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan pendidikan dan kebudayaan Jerman-Indonesia, khususnya dengan memperluas akses masyarakat di luar Jawa terhadap bahasa Jerman dan berbagai peluang mobilitas internasional. (usm)

1 day ago
7
































