Polisi pastikan pelaku penyiraman tidak gunakan air keras

7 hours ago 9

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat memastikan bahwa bahan yang digunakan oleh tiga pelajar pelaku penyiraman di Cempaka Putih Barat, bukan dari air keras namun cairan kimia berbahaya.

"Perlu dijelaskan sebenarnya cairan tersebut bukan air keras, tetapi cairan bahan kimia," kata Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO), Polres Metro Jakpus Kompol Rita Oktavia di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, ketiga pelajar yang menyiramkan cairan kepada pelajar lainnya di Cempaka Putih Barat, sudah diamankan pada Minggu (8/2).

Rita mengatakan bahwa ketiga pelajar yang menjadi pelaku penyiraman cairan kimia masing-masing berinisial A, D, dan F. Mereka saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif.

"Untuk tiga orang pelajar sudah kami amankan dan masih dalam proses," ujarnya.

Baca juga: Polisi usut kasus pelajar siram air keras di Jakpus

Ia menambahkan bahwa antara pelaku dan korban tidak saling mengenal. Dan pelaku mengakui menyiram korbannya secara acak.

Dalam video yang viral di media sosial (medsos), ketiga pelaku mengendarai satu sepeda motor usai menyiapkan cairan untuk menyiram korban.

Sementara itu, korban bersama dua orang temannya juga melaju dari arah berlawanan menggunakan satu sepeda motor.

Saat sepeda motor korban mendekat, sepeda motor pelaku memotong jalur korban, lalu pelaku menyiram cairan kimia ke arah korban.

Usai melancarkan aksinya, para pelaku kabur dari lokasi. Sepeda korban pun terus melaju menjauh dari lokasi. Dalam video, korban terlihat memegang matanya akibat kesakitan.

Baca juga: Pramono minta kasus pelajar siram air keras di Jakpus ditindak tegas

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |