Blitar (pilar.id) – Menyambut momentum tahun baru Islam, Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) menghadirkan ruang edukasi nonformal bagi anak-anak yatim. Lembaga amil zakat ini menggelar program “Petualangan Muharram” yang berfokus pada aktivitas edukatif dan rekreatif. Salah satu agenda utamanya adalah Petualangan Kreasi Karya yang dilangsungkan di destinasi wisata edukasi Dunia Gerabah Blitar.
Sebanyak 30 anak yatim dilibatkan dalam kegiatan ini untuk merasakan pengalaman belajar di luar ruangan yang dirancang interaktif. Program ini sengaja menyasar aspek motorik dan imajinasi anak melalui media tanah liat, sekaligus menjadi sarana refreshing yang positif bagi mereka.
Mengasah Kemandirian Lewat Kerajinan Tanah Liat
Di lokasi workshop, para peserta mendapatkan kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan pengrajin lokal. Mereka diperkenalkan pada teknik dasar pengolahan tanah liat hingga metode pembentukan kerajinan tradisional tersebut. Tidak hanya menonton, anak-anak juga ditantang untuk mempraktikkan langsung pembuatan gerabah dengan tangan mereka sendiri menggunakan alat putar khusus.
Setelah proses pembentukan selesai, aktivitas berlanjut ke sesi pewarnaan. Di sini, setiap anak bebas mengekspresikan imajinasinya dengan menorehkan cat warna-warni pada media gerabah yang telah disiapkan. Kombinasi aktivitas fisik dan seni ini dinilai efektif dalam membangun rasa percaya diri serta ketelitian sejak dini.
Bagi mayoritas peserta, menyentuh dan membentuk tanah liat secara langsung merupakan pengalaman pertama mereka. Antusiasme terlihat tinggi sejak awal sesi, di mana ruang produksi dipenuhi canda tawa anak-anak yang bangga memamerkan hasil karya buatan sendiri.
Dorong Semangat Edukasi Lewat Paket “Back to School”
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian workshop seni, kegiatan dilanjutkan dengan momen ramah tamah. Pihak YDSF memfasilitasi sesi makan bersama antara peserta, pendamping, dan pengelola tempat edukasi guna mempererat rasa kebersamaan dan kehangatan keluarga.
Sebagai penutup program, YDSF membagikan paket bantuan “Back to School”. Paket ini berisi perlengkapan sekolah lengkap yang disiapkan khusus sebagai modal dan stimulan bagi anak-anak untuk menyambut tahun ajaran baru dengan penuh semangat.
Melalui program Petualangan Muharram ini, YDSF menegaskan paradigma baru dalam penyaluran donasi. Manajemen YDSF menekankan bahwa kepedulian terhadap anak yatim idealnya tidak lagi terbatas pada skema santunan tunai yang bersifat konsumtif. Sebaliknya, intervensi filantropi harus mulai diarahkan pada program pemberdayaan berkelanjutan yang mampu memberikan wawasan, pengalaman inspiratif, dan modal mental untuk masa depan mereka.
Melalui pelaksanaan agenda rutin ini, YDSF juga mengajak partisipasi publik yang lebih luas untuk ikut berkolaborasi dalam menciptakan program-program edukasi serupa di masa mendatang. (hdl)

6 hours ago
6





























