Arumi Bachsin Ajak Kader PKK Jadikan Akhlak Rasulullah sebagai Ruh Pengabdian kepada Masyarakat

1 day ago 14

Pasuruan (pilar.id) – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak seluruh kader PKK menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat keteladanan Rasulullah dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Arumi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Kabupaten Pasuruan 2026 bersama jajaran TP PKK Kabupaten Pasuruan, para kader PKK, dan masyarakat di Gedung H.M. Roesian Convention Hall Saygon, Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Senin (7/9/2026).

Arumi menilai Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada seremoni tahunan. Peringatan tersebut perlu menjadi ruang refleksi untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika kader PKK menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Menurut Arumi, empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni shiddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh atau menyampaikan kebenaran, serta fathanah atau cerdas dan bijaksana, dapat menjadi fondasi karakter bagi kader PKK.

Nilai-nilai tersebut dinilai relevan karena aktivitas PKK bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga. Program yang dijalankan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga integritas, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta kebijaksanaan dalam memahami kebutuhan masyarakat.

Arumi kemudian mengaitkan nilai keteladanan Rasulullah dengan pelaksanaan program melalui empat kelompok kerja atau Pokja PKK. Menurutnya, masing-masing bidang memiliki ruang untuk menerjemahkan nilai keagamaan menjadi aksi nyata dalam kehidupan masyarakat.

Pada Pokja I, semangat penghayatan dan pengamalan Pancasila serta gotong royong dinilai sejalan dengan keteladanan Rasulullah dalam membangun ukhuwah dan kebersamaan. Nilai tersebut penting untuk menjaga solidaritas masyarakat di tengah keberagaman.

Sementara itu, Pokja II yang berkaitan dengan pendidikan, keterampilan, dan kehidupan berkoperasi dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Arumi menekankan pentingnya kader PKK terus menghidupkan semangat belajar dan berbagi pengetahuan.

Dalam konteks tersebut, pendidikan keluarga dan peningkatan keterampilan perempuan dinilai memiliki peran penting untuk membangun keluarga yang lebih mandiri. Penguatan koperasi juga menjadi salah satu instrumen yang dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pada Pokja III, Arumi melihat keterkaitan antara bidang pangan, sandang, perumahan, dan tata laksana rumah tangga dengan perhatian Rasulullah terhadap kesejahteraan keluarga dan umat. Kader PKK diharapkan mampu menerjemahkan kepedulian tersebut melalui program yang mendukung kualitas kehidupan keluarga.

Adapun Pokja IV yang mencakup kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat dinilai menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program Posyandu, pemenuhan gizi keluarga, lingkungan sehat, hingga penguatan ketahanan pangan merupakan bentuk kerja yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

Arumi menegaskan bahwa keteladanan Rasulullah tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga dapat menjadi pedoman praktis bagi kader dalam menjalankan tugas. Karena itu, ia meminta kader PKK tetap aktif berada di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, dan membantu menghadirkan solusi yang relevan.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai aktivitas kader, mulai dari kunjungan ke Posyandu hingga pelaksanaan gerakan PKK, merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut perlu dijaga agar program pemberdayaan keluarga tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat.

Dalam kesempatan itu, Arumi memberikan apresiasi terhadap kekompakan dan dedikasi TP PKK Kabupaten Pasuruan beserta seluruh kadernya. Ia menilai kiprah kader PKK dalam mendukung pembangunan melalui pemberdayaan keluarga merupakan bagian penting dari penguatan masyarakat dari tingkat paling dasar.

Arumi berharap sinergi antara TP PKK Provinsi Jawa Timur dan TP PKK Kabupaten Pasuruan terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas berbagai program sekaligus memperluas manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Ia juga mendorong kader PKK untuk mempertahankan semangat kebersamaan dan tidak lelah hadir di tengah masyarakat. Menurut Arumi, kekuatan gerakan PKK berada pada kemampuan kader membangun kedekatan dengan warga sekaligus menggerakkan perubahan mulai dari keluarga.

Peringatan Maulid Nabi bersama kader PKK Kabupaten Pasuruan tersebut pada akhirnya menjadi momentum untuk mempertemukan nilai keteladanan Rasulullah dengan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat. Arumi berharap nilai kejujuran, amanah, kecerdasan, kebijaksanaan, dan semangat menyampaikan kebaikan dapat terus menjadi karakter dalam setiap pengabdian kader PKK. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |