Wisuda ke-263 UNAIR, Sekolah Pascasarjana Kukuhkan 101 Lulusan Siap Jadi Pemimpin Berdampak

1 day ago 14

Surabaya (pilar.id) – Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) mengukuhkan 101 lulusan dalam rangkaian Wisuda ke-263 UNAIR yang berlangsung di Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C UNAIR, Sabtu (5/9/2026). Para lulusan tersebut berasal dari berbagai program magister dan doktor yang diarahkan untuk memiliki kemampuan lintas disiplin serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana UNAIR dalam mencetak sumber daya manusia tingkat lanjut yang mampu menghadapi persoalan kompleks melalui pendekatan “School of Collaborative Leadership”.

Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., dalam momentum wisuda menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada penguasaan teori dan pencapaian akademik. Menurutnya, kelulusan justru menjadi awal bagi para wisudawan untuk membawa ilmu, nilai, dan pengalaman yang diperoleh selama berada di kampus ke tengah masyarakat.

Prof. Muhammad Madyan yang merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi UNAIR menyampaikan bahwa para mahasiswa telah melalui berbagai proses pembelajaran dan dinamika kehidupan kampus. Setelah mengenakan toga dan menyandang gelar akademik, mereka diharapkan mampu mendedikasikan kompetensi yang dimiliki untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sebanyak 101 lulusan Sekolah Pascasarjana UNAIR pada sesi ketiga Wisuda ke-263 berasal dari sejumlah program studi. Bidang keilmuan yang diwakili antara lain Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia, Doktor Hukum dan Pembangunan, Magister Ilmu Forensik, Magister Imunologi, Magister Kajian Ilmu Kepolisian, Magister Manajemen Bencana, Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta Magister Sains Hukum dan Pembangunan.

Keberagaman program studi tersebut mencerminkan pendekatan interdisipliner yang menjadi salah satu karakter Sekolah Pascasarjana UNAIR. Persoalan seperti bencana, hukum, pembangunan, sumber daya manusia, hingga isu kesehatan membutuhkan perspektif dari berbagai bidang keilmuan dan tidak selalu dapat diselesaikan melalui pendekatan tunggal.

Karena itu, konsep School of Collaborative Leadership menjadi pijakan dalam pengembangan pembelajaran di Sekolah Pascasarjana UNAIR. Mahasiswa didorong untuk membangun kemampuan berkolaborasi lintas bidang sekaligus memahami persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Dari 101 lulusan yang dikukuhkan, dua di antaranya tercatat sebagai wisudawan terbaik dari Sekolah Pascasarjana UNAIR. Mereka adalah Dr. Tyasning Permanasari, S.Hut., M.Si. dari Program Doktor Hukum dan Pembangunan serta Ulfa Meilinda Putri, M.PSDM. dari Program Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Prestasi kedua lulusan tersebut dinilai menjadi gambaran dari ekosistem akademik yang dikembangkan Sekolah Pascasarjana UNAIR. Selain pencapaian akademik, lulusan juga diarahkan memiliki kemampuan berpikir kritis, integritas, serta karakter yang selaras dengan nilai HEBAT, yakni Honest, Humble, Helpful Excellence, Brave, Agile, dan Transcendence.

Pesan mengenai pentingnya kontribusi sosial juga menjadi bagian dari momentum Wisuda ke-263 UNAIR. Dalam rangkaian wisuda, perhatian diarahkan pada berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, termasuk bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.

Dokumen Sekolah Pascasarjana UNAIR mencatat sejumlah wilayah yang menghadapi bencana, di antaranya Flores, Nusa Tenggara Timur, serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Maluku Utara, dan Aceh Besar. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi harus dapat diterapkan untuk membantu menjawab persoalan nyata.

Pendekatan kepemimpinan kolaboratif yang dikembangkan Sekolah Pascasarjana UNAIR juga diarahkan untuk membangun kepekaan sosial para lulusan. Keberhasilan pendidikan tidak semata diukur melalui gelar maupun pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan seseorang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Dengan bekal kompetensi akademik, jejaring kolaborasi, serta karakter yang kuat, para lulusan diharapkan mampu mengambil peran dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.

Momentum Wisuda ke-263 sekaligus menegaskan posisi Sekolah Pascasarjana UNAIR sebagai ruang pengembangan kepemimpinan berbasis keilmuan dan kolaborasi. Para lulusan tidak hanya dipersiapkan untuk mengembangkan karier profesional, tetapi juga diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sekolah Pascasarjana UNAIR membuka kesempatan bagi masyarakat, kalangan profesional, maupun calon mahasiswa yang ingin memperdalam keilmuan sekaligus mengambil peran lebih besar dalam pembangunan. Pendekatan yang ditawarkan memadukan kemampuan analisis akademik, jejaring kolaborasi, dan penguatan karakter moral.

Dengan dikukuhkannya 101 lulusan pada Wisuda ke-263, Sekolah Pascasarjana UNAIR berharap semangat School of Collaborative Leadership terus dibawa para alumni dalam perjalanan profesional dan pengabdian mereka. Para lulusan diharapkan mampu menjaga nama baik almamater sekaligus menghadirkan kontribusi yang berdampak bagi Indonesia dan dunia. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |