Surabaya (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui penyaluran bantuan pendidikan, modal usaha, peralatan usaha, hingga bedah rumah. Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PW Muslimat NU Jatim di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (6/9/2026).
Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU hadir bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak. Peringatan Maulid Nabi tersebut menghadirkan Prof. Syekh Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani sebagai pemberi tausiyah utama.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah bersama Ketua BAZNAS Jatim Mohammad Ghofirin dan Ketua Muslimat NU Jatim Nyai Hj. Masruroh Wahid menyerahkan sejumlah bantuan yang menyasar kebutuhan pendidikan, penguatan ekonomi keluarga, dan tempat tinggal masyarakat penerima manfaat.
Melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp84,85 juta kepada 44 mahasiswa untuk periode Agustus 2026.
Dukungan ekonomi juga diberikan dalam bentuk peralatan usaha dan rombong senilai Rp315 juta kepada 90 mustahik. Bantuan tersebut secara simbolis diterima Deffy Wahyuni dari Sidoarjo.
Selain itu, terdapat bantuan modal usaha sebesar Rp181,055 juta bagi 85 mustahik. Penyerahan secara simbolis dilakukan kepada Dian Rahayu dari Surabaya.
Sementara untuk kebutuhan hunian, bantuan program bedah rumah senilai Rp40 juta diberikan kepada dua mustahik. Bantuan tersebut secara simbolis diterima Suhartik dari Probolinggo.
Khofifah menilai berbagai program tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan lembaga pengelola zakat dalam memperluas jangkauan layanan sosial. Menurut dia, peran Muslimat NU Jatim dapat semakin diperkuat melalui sinergi dengan BAZNAS Jatim sehingga manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga mendorong semakin banyak muzaki mempercayakan penyaluran zakat melalui BAZNAS. Semakin besar partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat, menurut Khofifah, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada mustahik.
Selain bantuan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, perhatian terhadap masyarakat terdampak bencana turut menjadi bagian dari agenda kepedulian sosial dalam kegiatan tersebut.
Khofifah menyampaikan adanya amanah bantuan senilai Rp250 juta dari Nyai Hj. Masruroh Wahid yang akan digabungkan dengan bantuan PP Muslimat NU untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan solidaritas sosial Muslimat NU terhadap masyarakat yang menghadapi bencana. Sebelumnya, bantuan serupa juga telah disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Khofifah berharap gerakan sosial tersebut tidak berhenti pada bantuan tanggap bencana, tetapi dapat berkembang untuk mendukung kebutuhan masyarakat lainnya. Ia juga membuka ruang agar gerakan tersebut dapat diarahkan pada pembangunan sarana pendidikan seperti taman kanak-kanak (TK) dan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah meluncurkan program Mustika Mulia (Muslimat Cantik Mudin Lilahi Ta’ala) yang merupakan hasil kolaborasi Muslimat NU Jatim dan BAZNAS Jatim. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan layanan mudin perempuan di tingkat ranting.
Penguatan layanan tersebut mencakup pelatihan serta peningkatan kapasitas agar kebutuhan keagamaan dan sosial masyarakat dapat dilayani lebih dekat. Khofifah berharap setiap cabang Muslimat NU nantinya memiliki ekosistem layanan yang semakin lengkap, antara lain ambulans, tim pemulasaraan jenazah perempuan, serta tim tahlil.
Menurut Khofifah, ketersediaan layanan hingga tingkat ranting akan membuat masyarakat lebih mudah memperoleh bantuan ketika menghadapi kebutuhan sosial maupun keagamaan, baik di kawasan perkotaan maupun perdesaan.
Sementara itu, Prof. Syekh Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani dalam tausiyahnya mengajak jamaah memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian kepada sesama. Ia menekankan bahwa nilai keimanan tidak hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga melalui manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat kegiatan yang menggabungkan peringatan keagamaan dengan aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Bantuan pendidikan, penguatan usaha, perbaikan rumah, serta kepedulian terhadap korban bencana menjadi bagian dari upaya menerjemahkan nilai kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat.
Pada akhir kegiatan, diserahkan pula kitab Tafsir Al-Jailani kepada pengurus Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Kitab tersebut merupakan salah satu karya Prof. Syekh Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani.
Tafsir Al-Jailani tersebut disebut ditelusuri melalui perjalanan Syekh Fadhil ke sekitar 20 negara dan 50 perpustakaan di berbagai belahan dunia. Penyerahan kitab itu melengkapi rangkaian peringatan Maulid Nabi yang tidak hanya menjadi momentum penguatan nilai keagamaan, tetapi juga mempertemukan agenda dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian sosial di Jawa Timur. (usm/hdl)

21 hours ago
13














































