Bandung (pilar.id) – Pemerintah Kota Bandung kembali menggelar Bazar Murah Bandung Utama (Bazmut) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program ini dilaksanakan di seluruh 30 kecamatan, dengan harga sejumlah komoditas rata-rata sekitar 20 persen lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Hingga Kamis (10/9/2026), omzet Bazmut tercatat sekitar Rp1,9 miliar. Setelah pelaksanaan bazar di tiga titik tambahan pada Jumat (11/9/2026), total omzet diperkirakan mencapai Rp2,2 miliar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Bazmut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran sehari-hari.
“Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap barang-barang murah yang kita subsidi,” ujar Farhan saat mengunjungi Bazmut di Lapangan Puter, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Jumat (11/9/2026).
Pelaksanaan bazar melibatkan Perum Bulog, pelaku UMKM sektor pertanian, distributor pangan, perajin, hingga mitra ritel modern. Kolaborasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan pokok melalui skema subsidi dan potongan harga.
Komoditas yang tersedia antara lain beras SPHP, telur, daging ayam, sayur-mayur, serta Minyakita. Beras SPHP mendapatkan subsidi melalui Bulog, sedangkan komoditas lainnya memperoleh dukungan diskon dari distributor dan pelaku usaha.
Farhan menegaskan, Bazmut tidak hanya diarahkan untuk membantu pengendalian inflasi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurut dia, kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok di Kota Bandung. Karena itu, pemerintah terus memperhatikan pasokan pangan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Farhan juga memastikan ketersediaan bahan pokok di Kota Bandung secara umum masih aman. Namun, ia mengakui pasokan beras premium lebih terbatas karena tingginya permintaan pasar.
“Kalau ditanya apakah beras langka, tidak. Beras tersedia. Tetapi untuk beras premium memang sedang lebih sulit ditemukan,” jelas Farhan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, Bazmut digelar di seluruh 30 kecamatan untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Pada hari terakhir pelaksanaan, bazar berlangsung serentak di Kecamatan Coblong, Cidadap, dan Bojongloa Kaler. Tiga titik tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bazmut yang telah dilaksanakan selama dua minggu berturut-turut.
Ronny menyebut beras, Minyakita, dan telur menjadi komoditas yang paling banyak dicari masyarakat. Ketiga bahan pangan tersebut dinilai memiliki tingkat kebutuhan tinggi dan harga yang relatif terjangkau.
Setiap titik bazar rata-rata dikunjungi 200 hingga 250 orang. Dengan cakupan pelaksanaan di seluruh kecamatan, total pengunjung selama program diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.
“Yang paling banyak dicari masyarakat itu beras, Minyakita, dan telur,” kata Ronny.
Capaian omzet Bazmut juga menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program pangan murah tersebut. Hingga Kamis, transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp1,9 miliar. Dengan tambahan tiga titik pelaksanaan pada Jumat, omzet diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,2 miliar.
Pemerintah Kota Bandung berharap Bazmut dapat terus menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap pangan.
Melalui keterlibatan Bulog, distributor, UMKM dan mitra usaha, program ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan pelaku ekonomi dalam mendukung stabilitas pasokan serta harga pangan di Kota Bandung. (usm/hdl)

13 hours ago
13













































