Khofifah Dorong IKA UNAIR Kaltara Perkuat Jejaring Pendidikan, Peternakan dan SDM

1 day ago 16

Tarakan (pilar.id) – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan kolaborasi antara alumni UNAIR di Kalimantan Utara dengan pemerintah dan berbagai sektor di Jawa Timur. Jejaring tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk membuka kerja sama konkret di bidang pendidikan, peternakan, logistik, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dorongan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahmi bersama IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Utara di Hotel Tarakan Plaza & Convention Center, Selasa (8/9/2026) malam.

Dalam forum yang berlangsung interaktif tersebut, sejumlah alumni menyampaikan aspirasi mengenai optimalisasi jaringan IKA UNAIR untuk membuka akses pendidikan bagi putra-putri Kalimantan Utara, khususnya mereka yang berasal dari wilayah perbatasan dan ingin melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa.

Khofifah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki ruang bagi peserta didik dari luar daerah untuk memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di sekolah berasrama yang dikembangkan dan didukung melalui APBD. Salah satu skema yang dapat dimanfaatkan adalah alokasi sekitar 20 persen kapasitas bagi peserta didik dari luar Jawa Timur.

Menurut Khofifah, kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kualitas SDM Jawa Timur, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kontribusi Jatim dalam membantu peningkatan kualitas pendidikan di daerah lain.

Peluang tersebut, lanjut dia, dapat dioptimalkan melalui sinergi antara IKA UNAIR Kaltara dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kerja sama antarlembaga dinilai penting agar akses pendidikan tersebut dapat lebih terarah dan menjangkau anak-anak dari daerah yang membutuhkan dukungan.

Khofifah bahkan membuka peluang agar kolaborasi tersebut diformalkan melalui nota kesepahaman (MoU) antarkedua pemerintah daerah. Dengan demikian, jejaring alumni tidak berhenti pada forum silaturahmi, tetapi dapat menjadi penghubung untuk menghadirkan program pendidikan yang lebih konkret.

Selain pendidikan, Khofifah melihat potensi kerja sama yang cukup besar di sektor peternakan. Hal itu mencuat setelah adanya alumni UNAIR di Kalimantan Utara yang memiliki usaha peternakan sapi.

Ia mendorong agar jejaring alumni dapat mempertemukan pelaku usaha di Jawa Timur dan Kalimantan Utara melalui skema business matching. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun hubungan antara kebutuhan daerah dengan ketersediaan sumber daya dan pelaku usaha di Jatim.

Jawa Timur, menurut Khofifah, memiliki sejumlah fasilitas dan sumber daya yang dapat mendukung pengembangan sektor peternakan. Salah satunya adalah Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari milik Kementerian Pertanian yang berada di Jawa Timur dan memiliki sumber daya genetik ternak untuk mendukung pengembangan sapi.

Potensi tersebut dapat dikoneksikan dengan kebutuhan Kalimantan Utara, tidak hanya dalam bentuk penyediaan bibit ternak, tetapi juga melalui pengembangan budidaya, peningkatan kualitas ternak dan penguatan rantai pasok.

Khofifah juga menyoroti posisi Jawa Timur, khususnya Surabaya, sebagai salah satu simpul penting konektivitas logistik nasional. Ia menyebut dari 41 trayek tol laut, sebanyak 24 trayek berangkat dari Surabaya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal strategis untuk membangun rantai pasok yang lebih kuat antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara. Konektivitas logistik dapat mendukung distribusi berbagai komoditas sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan dan pengembangan usaha antardaerah.

Karena itu, Khofifah menilai IKA UNAIR Kaltara memiliki posisi strategis untuk menghubungkan berbagai potensi tersebut. Alumni tidak hanya berperan sebagai jejaring profesional, tetapi juga dapat menjadi penggerak kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat.

Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan tindak lanjut yang lebih konkret dengan memetakan kebutuhan Kalimantan Utara sekaligus mengidentifikasi sumber daya yang dapat dikontribusikan Jawa Timur.

Bagi Khofifah, penguatan hubungan Jatim dan Kaltara melalui jejaring alumni UNAIR perlu diarahkan pada pola kerja sama yang saling menguntungkan. Dengan mempertemukan kebutuhan dan potensi kedua wilayah, kolaborasi diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pendidikan, ekonomi serta peningkatan kualitas SDM. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |