Hari Buku Nasional 2026, Khofifah Ajak Warga Jadikan Membaca sebagai Gaya Hidup

13 hours ago 12

Surabaya (pilar.id) – Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari dalam momentum peringatan Hari Buku Nasional 2026 dan Hari Ulang Tahun ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Minggu (17/5/2026).

Dalam keterangannya di Surabaya, Khofifah menegaskan bahwa penguatan budaya literasi menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun peradaban bangsa yang unggul dan berdaya saing.

Menurutnya, budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan memiliki karakter kuat di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Khofifah menjelaskan, peringatan Hari Buku Nasional setiap 17 Mei memiliki kaitan erat dengan sejarah berdirinya Perpustakaan Nasional RI pada 1980. Momentum tersebut dinilai penting untuk kembali meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya buku dan perpustakaan sebagai sumber pengetahuan.

Ia menilai penguatan literasi tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara keluarga, sekolah, pemerintah, hingga komunitas masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi digital, Khofifah juga menekankan pentingnya membangun literasi yang adaptif. Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu terbiasa membaca buku fisik, tetapi juga memanfaatkan e-book dan audiobook sebagai bagian dari transformasi literasi modern.

Selain kemampuan membaca, masyarakat juga dituntut memiliki kemampuan memahami, menganalisis, dan menyaring informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun disinformasi yang banyak beredar di ruang digital.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, terus berupaya meningkatkan indeks literasi masyarakat melalui berbagai program dan inovasi layanan perpustakaan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Berdasarkan data Perpusnas, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur tahun 2025 mencapai 56,29. Angka tersebut didukung oleh peningkatan layanan perpustakaan, ketercukupan koleksi buku, ketersediaan tenaga pustakawan, hingga meningkatnya partisipasi komunitas dalam berbagai kegiatan literasi.

Pemprov Jatim juga terus memperluas layanan perpustakaan terpadu hingga ke desa, sekolah, lembaga pemasyarakatan, serta perangkat daerah melalui program peminjaman buku dan layanan literasi bergerak.

Sejumlah inovasi yang dikembangkan antara lain Mobil Perpustakaan Keliling (MPK), program dongeng keliling atau Dollen, Tur Keliling Perpustakaan (Tulip), hingga pengembangan podcast literasi yang menyasar generasi muda.

Khofifah menilai pendekatan kreatif menjadi penting agar budaya membaca semakin dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak. Upaya tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai secara berlebihan.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan literasi berbasis komunitas melalui desa dan kelurahan, termasuk melalui berbagai lomba dan kegiatan kreatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Momentum Hari Buku Nasional 2026 dimanfaatkan Khofifah untuk mengajak masyarakat kembali mendekatkan diri dengan buku sebagai sumber inspirasi, pengetahuan, dan pengembangan diri.

Ia berharap budaya literasi yang semakin kuat dapat melahirkan generasi muda Jawa Timur yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inovatif, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |