BCA Kembali Jadi Bank Terbaik di Indonesia Versi Forbes 2026, Unggul di Layanan dan Digital Banking

21 hours ago 10

Jakarta (pilar.id) – PT Bank Central Asia Tbk atau BCA kembali mempertahankan posisinya sebagai bank terbaik di Indonesia dalam ajang Forbes World’s Best Banks 2026. Pengakuan dari media bisnis internasional Forbes tersebut mempertegas konsistensi BCA dalam menjaga kualitas layanan perbankan dan kepercayaan nasabah di tengah persaingan industri keuangan yang semakin kompetitif.

Predikat tersebut diberikan berdasarkan survei global yang dilakukan Forbes bersama lembaga riset Statista. Penilaian melibatkan sekitar 54.000 responden dari 34 negara dengan mengukur lima aspek utama, yakni tingkat kepercayaan terhadap bank, syarat dan ketentuan layanan, kualitas layanan pelanggan, kemampuan layanan digital, serta kualitas perencanaan keuangan.

Keberhasilan BCA mempertahankan posisi nomor satu di Indonesia juga menempatkannya sebagai salah satu dari 311 bank dunia yang mampu menjaga predikat World’s Best Bank dari tahun sebelumnya.

Forbes Soroti Konsistensi dan Kualitas Layanan BCA

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang kembali diraih perseroan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bentuk kepercayaan nasabah terhadap layanan dan inovasi yang terus dikembangkan BCA.

Ia menegaskan penghargaan itu juga menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penguatan layanan digital dan peningkatan kualitas pengalaman nasabah.

Forbes menilai BCA berhasil mempertahankan standar sebagai bank dengan performa tinggi, terutama dalam menjaga kualitas layanan di berbagai kanal transaksi perbankan modern.

Kinerja Keuangan BCA Tetap Solid pada 2026

Selain unggul dalam layanan, BCA juga mencatat performa bisnis yang kuat hingga kuartal I 2026. Perseroan membukukan pertumbuhan total kredit sebesar 5,6 persen secara tahunan menjadi Rp994 triliun per Maret 2026.

Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan atau CASA mencapai Rp1.089 triliun, meningkat 11,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. CASA bahkan mendominasi sekitar 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA.

Sementara itu, total laba BCA dan entitas anak tercatat mencapai Rp14,7 triliun.

Pertumbuhan kredit terutama ditopang sektor produktif yang mencapai Rp760,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen secara tahunan. Penyaluran kredit berkelanjutan juga meningkat 10 persen menjadi Rp258,4 triliun atau setara 26 persen dari total portofolio pembiayaan perusahaan.

Di sektor UMKM, outstanding kredit tumbuh 12 persen menjadi Rp146 triliun. Sedangkan pembiayaan hijau atau green financing meningkat 7,7 persen menjadi Rp113 triliun, termasuk didorong pembiayaan sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang melonjak 53,5 persen.

Layanan Digital dan Jaringan Jadi Kekuatan Utama

Hingga Maret 2026, BCA tercatat melayani sekitar 44 juta rekening nasabah dengan rata-rata lebih dari 122 juta transaksi setiap hari.

Operasional perusahaan didukung 1.270 kantor cabang, 20.336 unit ATM, serta layanan digital melalui internet banking, mobile banking, dan contact center Halo BCA yang beroperasi selama 24 jam.

Hendra Lembong menegaskan penghargaan dari Forbes menjadi pengingat bagi BCA untuk terus menjaga kepercayaan konsumen dan meningkatkan kualitas layanan di seluruh lini bisnis.

Dengan fokus pada inovasi digital, penguatan layanan nasabah, serta ekspansi pembiayaan berkelanjutan, BCA optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu institusi perbankan paling terpercaya di Indonesia. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |