Karhutla Gunung Bromo Meluas 250 Hektare, Emil Dardak Pastikan Pemadaman Dilakukan Kolektif

21 hours ago 13

Probolinggo (pilar.id) – Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo dengan mengombinasikan pemadaman dari darat dan udara. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan upaya pemadaman sekaligus pencegahan penyebaran api dilakukan secara kolektif dengan melibatkan berbagai unsur.

Pemadaman saat ini difokuskan pada dua kawasan, yakni Pundak Lembu di sisi timur titik kebakaran B29 dan Watangan di sisi barat. Operasi juga menyasar kawasan Penanjakan untuk mengantisipasi pergerakan api.

Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses personel maupun kendaraan, petugas mengerahkan tiga unit helikopter untuk melakukan water bombing. Air untuk operasi udara tersebut diambil dari kawasan Ranupane dan Ranuregulo.

Emil menyampaikan hal itu saat meninjau langsung penanganan karhutla Gunung Bromo pada Minggu (9/8/2026). Menurut dia, kondisi medan menjadi salah satu tantangan utama dalam operasi pemadaman sehingga diperlukan kombinasi strategi dan sumber daya.

Di kawasan B29, area yang menjadi perhatian memiliki luasan sekitar 500 hektare. Namun, luasan tersebut tidak seluruhnya terbakar. Terdapat tambahan sekitar 250 hektare area terdampak kebakaran yang terjadi sejak sehari sebelumnya hingga Minggu pagi.

Tiga Helikopter Dikerahkan, 200 Personel Perkuat Operasi Darat

Penanganan karhutla dilakukan dengan menggabungkan operasi pemadaman dan langkah pencegahan agar api tidak menjalar ke kawasan lain.

Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan sekitar 200 personel dari unsur TNI, Polri, BPBD, serta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dikerahkan untuk memperkuat operasi darat. Sementara itu, tiga helikopter menjalankan misi water bombing pada titik-titik yang sulit dijangkau dari darat.

Emil menjelaskan, kawasan yang telah berhasil dipadamkan tetap dijaga oleh personel dan unit damkar. Langkah tersebut dilakukan karena titik yang terlihat padam masih berpotensi kembali mengeluarkan api atau asap.

Selain pemadaman, petugas juga membangun titik siaga untuk mencegah api melewati batas-batas tertentu. Salah satu perhatian berada di sekitar jalur Kaldera Tengger yang memiliki lebar sekitar 18 meter.

Namun, jalur tersebut belum sepenuhnya dapat diandalkan sebagai penghalang alami karena kondisi angin yang cukup kencang. Api berpotensi melompati jalur tersebut dan menyambar vegetasi seperti rerumputan maupun alang-alang.

Untuk memperkuat mitigasi, terdapat jalur lain menuju Penanjakan yang lebih pendek dan berada di batas atas titik kebakaran. Kawasan tersebut diposisikan sebagai salah satu titik siaga untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran api.

BPBD Jawa Timur juga mengerahkan drone sprayer berkapasitas 70 liter air. Perangkat tersebut digunakan untuk melakukan pendinginan pada area yang telah dipadamkan tetapi masih mengeluarkan asap, sehingga potensi munculnya kembali api dapat ditekan.

TNBTS Ditutup Total, Jalur Evakuasi Warga Disiapkan

Sebagai bagian dari mitigasi, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup sementara untuk kegiatan wisata. Kebijakan tersebut ditujukan agar seluruh sumber daya dapat difokuskan pada penanganan kebakaran sekaligus mengutamakan keselamatan masyarakat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan telah menginstruksikan Kepala Balai TNBTS untuk melakukan penutupan total. Penutupan tersebut sekaligus bertujuan memberikan ruang bagi petugas untuk berkonsentrasi memadamkan api dan mencegah munculnya titik kebakaran baru.

Sementara itu, potensi evakuasi warga di sekitar kawasan terdampak telah dipetakan. Wilayah B29 menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian lebih karena kedekatannya dengan titik kebakaran.

Meski demikian, berdasarkan pemantauan di lapangan hingga Minggu, kondisi belum mencapai radius yang mengharuskan warga dievakuasi. Pemerintah telah menyiapkan jalur evakuasi dan melakukan pemantauan selama 24 jam untuk memastikan masyarakat berada dalam kondisi siaga.

Emil menegaskan, evakuasi akan dilakukan apabila kondisi di lapangan menunjukkan adanya ancaman terhadap keselamatan warga.

Di sisi lain, operasi pemadaman dari udara masih menjadi salah satu strategi utama karena sejumlah titik sulit dijangkau pasukan darat. Raja Juli menyebut tiga helikopter terus dioperasikan untuk membantu mempercepat pemadaman.

Namun, operasi modifikasi cuaca belum dapat menjadi opsi dalam waktu dekat. Berdasarkan perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi belum memungkinkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dalam sekitar 10 hari ke depan.

Dengan demikian, penanganan karhutla Gunung Bromo untuk sementara mengandalkan kombinasi water bombing, operasi pasukan darat, pendinginan menggunakan drone sprayer, serta penguatan titik siaga.

Pemerintah juga memperkuat koordinasi melalui incident commander agar pembagian tugas, kebutuhan operasional, serta berbagai tantangan di lapangan dapat ditangani secara lebih terstruktur. Strategi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lain. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |