Mahasiswa Vokasi UNAIR Rona Elita Maharani Raih Juara 2 OLIVIA XI 2026 Tingkat Nasional

21 hours ago 12

Surabaya (pilar.id) – Mimpi yang dirawat sejak awal kuliah berbuah prestasi. Rona Elita Maharani, mahasiswa Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2024, berhasil meraih Juara 2 Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI 2026 tingkat nasional.

Rona meraih posisi tersebut melalui kategori Scientific Paper: Science & Technology, yang mempertemukannya dengan mahasiswa vokasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

OLIVIA XI 2026 diselenggarakan oleh Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) pada 2–4 Agustus 2026. Kompetisi nasional tersebut menghadirkan sejumlah kategori perlombaan yang dirancang untuk menguji kemampuan dan kompetensi mahasiswa pendidikan vokasi.

Pada kategori Scientific Paper: Science & Technology, peserta dituntut menghasilkan karya ilmiah berbasis riset sekaligus menawarkan gagasan atau solusi terhadap persoalan di bidang sains dan teknologi.

Mimpi Sejak Semester Pertama Berbuah Prestasi

Bagi Rona, keberhasilan meraih juara bukan sekadar hasil dari kompetisi yang berlangsung selama beberapa hari. Prestasi tersebut menjadi realisasi dari target yang telah ia bangun sejak semester pertama perkuliahan.

Rona mengaku OLIVIA sudah menjadi salah satu impiannya sejak awal menjadi mahasiswa. Setelah melalui berbagai tahapan kompetisi, keinginan untuk berdiri sebagai salah satu pemenang akhirnya terwujud ketika ia memasuki penghujung semester empat.

Perjalanan menuju podium nasional itu, bagaimanapun, tidak berlangsung tanpa tantangan. Tahap penyisihan OLIVIA berlangsung berdekatan dengan jadwal ujian akhir semester (UAS). Situasi tersebut membuat peserta harus membagi waktu antara kewajiban akademik dan persiapan kompetisi.

Tantangan semakin terasa ketika Rona dan tim harus mempersiapkan diri menghadapi babak final dengan waktu produktif yang relatif singkat, yakni sekitar dua minggu.

Kondisi tersebut menuntut pengelolaan waktu, fokus, serta kemampuan untuk bekerja secara efektif bersama tim. Proses persiapan tidak hanya berkaitan dengan penyusunan karya ilmiah, tetapi juga memastikan gagasan yang diusung mampu dipertanggungjawabkan dan kompetitif di hadapan juri.

Kolaborasi dan Kemampuan Kritis Jadi Kunci

Dalam kompetisi karya ilmiah tingkat nasional, kualitas gagasan menjadi salah satu aspek penting. Namun, kemampuan mengolah gagasan menjadi karya yang sistematis dan relevan juga membutuhkan proses kolaborasi serta berpikir kritis.

Pengalaman Rona di OLIVIA XI 2026 memperlihatkan bagaimana mahasiswa vokasi dapat mengembangkan kompetensi akademik sekaligus kemampuan memecahkan persoalan melalui riset.

Capaian tersebut juga memperluas gambaran mengenai pendidikan vokasi. Mahasiswa vokasi tidak hanya dipersiapkan melalui pembelajaran berbasis praktik, tetapi memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan riset, inovasi, analisis, dan penyusunan karya ilmiah.

Bagi lingkungan akademik, keberhasilan Rona menjadi salah satu contoh bahwa kompetensi mahasiswa vokasi dapat bersaing di arena nasional, termasuk dalam bidang scientific paper yang membutuhkan kemampuan akademik dan analitis.

Rona: Mimpi Perlu Dirawat dengan Usaha dan Kesabaran

Bagi Rona, penghargaan Juara 2 OLIVIA XI 2026 bukan tujuan akhir. Prestasi tersebut justru menjadi pengingat bahwa sebuah impian membutuhkan proses panjang untuk diwujudkan.

Ia mendorong mahasiswa lain yang tengah mengejar target masing-masing agar tidak mudah meninggalkan impian hanya karena proses yang dijalani terasa panjang atau penuh tantangan.

Menurut Rona, mimpi perlu terus dijaga melalui usaha, doa, dan kesabaran. Baginya, hasil yang baik membutuhkan waktu dan ketekunan.

Prestasi di OLIVIA XI 2026 pun menjadi penanda perjalanan akademiknya sekaligus bukti bahwa target yang dibangun sejak semester pertama dapat diwujudkan melalui kerja keras dan konsistensi.

Keberhasilan Rona juga membawa pesan lebih luas bagi mahasiswa vokasi: kesempatan untuk berprestasi dapat muncul dari keberanian menetapkan mimpi, kemudian mengubahnya menjadi target yang diperjuangkan melalui proses, kolaborasi, dan ketekunan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |