Kemnaker dan Huawei Perkuat Pendidikan Vokasi untuk Cetak SDM Unggul Siap Hadapi Era Digital

7 hours ago 9

Jakarta (pilar.id) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat langkah pengembangan sumber daya manusia (SDM) nasional melalui kolaborasi strategis dengan PT Huawei Tech Investment. Kerja sama yang melibatkan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bidang pendidikan, pengembangan kompetensi, dan pemberdayaan SDM di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Kolaborasi ini menjadi upaya konkret dalam mempererat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan industri guna menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, serta mampu bersaing di tengah percepatan transformasi digital dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kemnaker dan Huawei yang telah ditandatangani pada April 2025. Kesepahaman tersebut berfokus pada peningkatan pembangunan ketenagakerjaan dan pengembangan SDM di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Cris, implementasi kerja sama di tingkat perguruan tinggi vokasi menjadi langkah penting agar arah kebijakan yang telah disusun dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi dosen maupun mahasiswa.

Sebagai satu-satunya perguruan tinggi vokasi di bawah Kemnaker, Polteknaker memiliki peran strategis dalam mencetak SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Institusi ini menaungi program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Relasi Industri, serta Manajemen Sumber Daya Manusia yang seluruhnya memiliki keterkaitan erat dengan dinamika ketenagakerjaan modern.

Cris menilai pendidikan vokasi harus mampu menjawab tantangan industri yang berubah cepat. Karena itu, proses pembelajaran perlu terhubung langsung dengan praktik dan kebutuhan dunia usaha sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap diterapkan di lapangan.

Melalui perjanjian yang telah ditandatangani, Kemnaker dan Huawei akan menjalankan kolaborasi dalam tiga bidang utama. Pertama, penguatan pendidikan dan pengajaran melalui keterlibatan praktisi industri sebagai dosen praktisi, penyelenggaraan kuliah umum dan seminar, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, kunjungan industri, hingga penyediaan sarana praktik bagi mahasiswa.

Kedua, peningkatan kompetensi dan pengembangan SDM melalui berbagai program pelatihan. Salah satu program yang akan dijalankan adalah Training to Trainer dari ICT Academy Huawei yang memungkinkan para dosen memperbarui kemampuan teknologi terkini sekaligus menyalurkan pengetahuan tersebut kepada mahasiswa.

Ketiga, pemberdayaan SDM melalui penyediaan program magang, akses informasi peluang kerja, serta pelaksanaan campus hiring yang dapat mempertemukan talenta muda dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Kerja sama ini dinilai akan memberikan dampak positif bagi seluruh mahasiswa Polteknaker. Mahasiswa program studi K3 akan memperoleh pemahaman lebih luas mengenai penerapan keselamatan kerja di era digital. Sementara itu, mahasiswa Relasi Industri dapat memperdalam wawasan terkait hubungan industrial modern, sedangkan mahasiswa Manajemen SDM akan mendapatkan perspektif mengenai pengelolaan talenta yang diterapkan perusahaan global.

Selain meningkatkan kualitas lulusan, sinergi antara institusi pendidikan dan sektor industri juga diharapkan mampu memperkecil kesenjangan kompetensi yang selama ini menjadi tantangan dalam dunia ketenagakerjaan. Dengan keterlibatan langsung pelaku industri, mahasiswa berkesempatan memahami kebutuhan pasar kerja sejak masih berada di bangku kuliah.

Cris menegaskan bahwa seluruh program pengembangan kompetensi yang dijalankan Kemnaker pada akhirnya bertujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Menurutnya, pembangunan SDM harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing nasional di masa depan.

Melalui kolaborasi dengan Huawei, Kemnaker berharap lahir lebih banyak talenta unggul yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global. Kemitraan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan mendukung visi Indonesia dalam menciptakan SDM berdaya saing tinggi. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |