Probolinggo (pilar.id) – Polres Probolinggo Polda Jawa Timur mengerahkan 150 personel gabungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Langkah tersebut dilakukan guna mengendalikan penyebaran api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area konservasi lainnya.
Personel yang diterjunkan terdiri atas anggota Polres Probolinggo Polda Jatim, Balai Besar TNBTS, Koramil Sekarpuro, serta unsur relawan. Tim gabungan difokuskan pada pemadaman titik api dan upaya pelokalisiran di sejumlah sektor yang terdampak.
Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, mengatakan pembagian personel ke beberapa sektor dilakukan agar penanganan lebih efektif sesuai kondisi medan di kawasan Gunung Bromo.
Menurutnya, strategi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah kobaran merambat ke wilayah yang lebih luas.
AKBP Asmida juga menegaskan bahwa keselamatan seluruh personel menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung. Medan yang terjal, akses yang sulit, serta embusan angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Ia menjelaskan, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat pemukul api serta pembuatan sekat bakar untuk menghentikan laju penyebaran api di kawasan vegetasi kering.
Medan Curam dan Angin Kencang Hambat Pemadaman
Wakapolres Probolinggo, Kompol Yanuar Rizal Ardhianto, mengatakan penggunaan metode manual menjadi pilihan karena sebagian besar lokasi kebakaran berada di area curam yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.
Menurut Kompol Rizal, kondisi musim kemarau membuat vegetasi berupa rumput dan semak belukar menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar. Ditambah dengan angin pegunungan yang bertiup cukup kencang, api dapat berpindah dengan cepat ke titik-titik lain, terutama di kawasan lereng dan kaldera Gunung Bromo.
Situasi tersebut membuat personel gabungan harus bekerja ekstra untuk mengisolasi titik api agar tidak meluas ke kawasan konservasi lainnya.
Polisi Imbau Wisatawan Waspadai Potensi Kebakaran
Hingga Rabu (5/8/2026), kebakaran dilaporkan telah menghanguskan vegetasi kering di sejumlah area, mulai dari kawasan kaldera, lereng, hingga kaki Gunung Bromo.
Polres Probolinggo mengimbau masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan TNBTS agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.
Kompol Yanuar Rizal Ardhianto mengajak seluruh pengunjung untuk tidak menyalakan api, membakar sampah, maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan taman nasional. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Langkah cepat yang dilakukan Polres Probolinggo bersama Balai Besar TNBTS, TNI, dan relawan diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap ekosistem Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang menjadi salah satu destinasi wisata dan kawasan konservasi penting di Indonesia. (tin)

8 hours ago
5






























