Kinerja Semester I 2026 Unilever Indonesia Tumbuh, Penjualan Bersih Capai Rp16,9 Triliun dan Laba Naik 10,2 Persen

5 hours ago 4

Jakarta (pilar.id) – PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026 dengan membukukan penjualan bersih dari operasi berkelanjutan sebesar Rp16,9 triliun, atau tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga berhasil meningkatkan laba bersih dari operasi berkelanjutan menjadi Rp2,1 triliun, naik 10,2 persen secara tahunan.

Capaian tersebut menandai empat kuartal berturut-turut Unilever Indonesia mencatatkan pertumbuhan. Hasil ini dinilai mencerminkan semakin kuatnya fundamental bisnis sekaligus memperlihatkan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan perusahaan untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Selain peningkatan penjualan dan laba, penjualan domestik juga tumbuh 7,1 persen, didukung oleh pertumbuhan volume dasar sebesar 7,3 persen. Di sisi profitabilitas, margin kotor dari operasi berkelanjutan tercatat 46,6 persen, atau turun 168 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jika tidak memperhitungkan biaya transformasi, margin kotor mencapai 47,7 persen.

Sementara itu, margin laba sebelum pajak dari operasi berkelanjutan tetap terjaga di level 15,7 persen. Di luar biaya transformasi, margin tersebut meningkat 45 basis poin menjadi 16,7 persen, menunjukkan upaya efisiensi perusahaan mulai memberikan hasil positif.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk., Benjie Yap, menyampaikan bahwa kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan hasil nyata dari berbagai langkah yang dilakukan perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis. Menurutnya, pertumbuhan penjualan dan laba didukung oleh peningkatan volume yang mencerminkan semakin baiknya eksekusi di pasar.

Benjie menjelaskan, perusahaan tetap fokus membangun pertumbuhan yang konsisten dan berkualitas di tengah dinamika pasar serta investasi transformasi yang terus dilakukan untuk memperkuat daya saing dalam jangka panjang.

Dalam menjalankan strategi bisnisnya, Unilever Indonesia mengandalkan tiga pilar utama, yaitu Kategori, Saluran Penjualan, dan Biaya, yang saling mendukung untuk menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Pada aspek kategori produk, perusahaan terus memperkuat daya saing melalui inovasi dan pendekatan social-first demand creation untuk meningkatkan preferensi konsumen. Strategi tersebut dipadukan dengan konsep “Desire at Scale”, yang mengedepankan diferensiasi berbasis sains, estetika, dan pengalaman konsumen, serta kolaborasi dengan kreator dan mitra yang relevan dengan budaya masyarakat, khususnya generasi muda.

Strategi tersebut memberikan hasil positif dengan 18 dari 24 merek dalam portofolio Unilever Indonesia mencatatkan pertumbuhan selama Semester I 2026. Bisnis inti yang sebelumnya menghadapi tantangan juga telah kembali tumbuh, sementara kategori dengan pertumbuhan tinggi terus mencatatkan pertumbuhan dua digit.

Di sisi saluran penjualan, perusahaan memperkuat kapabilitas route-to-market sehingga mampu mendorong pertumbuhan di seluruh kanal utama. Kanal General Trade berkembang melalui program More Stores dan Better Stores yang memperluas distribusi, meningkatkan ketersediaan produk, dan memperkuat eksekusi di titik penjualan.

Kanal Modern Trade juga menunjukkan kinerja positif berkat peningkatan aktivasi kategori dan pengalaman berbelanja yang lebih baik. Sementara itu, kanal Health & Beauty serta eCommerce terus mempertahankan momentum pertumbuhan melalui portofolio produk yang lebih terdiferensiasi, strategi pemasaran digital, dan penguatan kapabilitas dari hulu hingga hilir.

Perseroan menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa seluruh mesin pertumbuhan perusahaan bekerja secara konsisten di berbagai saluran distribusi, sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan yang lebih merata dan berkualitas.

Pada aspek pengelolaan biaya, Unilever Indonesia terus menjalankan disiplin produktivitas untuk menjaga profitabilitas sekaligus membuka ruang investasi bagi pertumbuhan bisnis. Langkah tersebut dilakukan melalui kombinasi penyesuaian harga yang terukur, peningkatan efisiensi operasional, serta pengelolaan biaya secara disiplin di seluruh lini usaha.

Perusahaan juga terus mengalokasikan investasi pada merek-merek prioritas dan pengembangan kapabilitas digital guna memperkuat ekuitas merek, meningkatkan efektivitas pemasaran, dan mempercepat pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Ke depan, Benjie Yap menegaskan perusahaan akan tetap menjalankan strategi yang berfokus pada penguatan kategori, optimalisasi saluran penjualan, serta efisiensi biaya. Dengan fundamental bisnis yang semakin kuat, portofolio merek yang kompetitif, serta budaya perusahaan “Hungry to Win”, Unilever Indonesia optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham maupun seluruh pemangku kepentingan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |