Polda Metro Jaya siap usut aliran dana kasus umrah Hananiya Group

6 hours ago 63

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menegaskan siap mengusut tuntas aliran dana kasus dugaan penipuan investasi dan perjalanan umrah yang dilakukan oleh PT Hasanah Tamma Internasional atau Hananiya Group.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan polisi kini membidik sejumlah pihak yang kecipratan dana jamaah, mulai dari promosi oleh selebgram ternama hingga pelacakan (tracing) aset milik tersangka utama demi memulihkan kerugian para korban.

​"Uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari perjalanan umrah para jamaah, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer (pemengaruh) sebagai kepentingan marketing (pemasaran)," kata Iman.

Dia juga menyebutkan akan meminta keterangan terhadap sejumlah selebgram ataupun influencer yang diduga sempat mempromosikan agen travel tersebut.

​"Tentunya, kami juga akan mengambil keterangan terhadap para selebgram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing dalam hal penawaran beberapa paket umrah yang ditawarkan oleh PT Hasanah Tama Internasional atau Hananiya Group tersebut," ujar Iman.

Baca juga: Puluhan mitra Hanania lapor dugaan penipuan umrah, rugi Rp20 Miliar

Terkait jumlah tersangka, Iman mengungkapkan baru menetapkan direktur agen travel tersebut sebagai tersangka tunggal.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru, termasuk mendalami keterlibatan istri tersangka yang diinformasikan ikut mengelola Hananiya Travel.

​"Sesuai dengan fakta hukum yang diperoleh pada proses penyidikan yang kami jalankan, tidak menutup kemungkinan apabila ada fakta hukum lain yang mengarah pada tersangka yang lain," tutur Iman.

​Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar lebih rasional dan tidak mudah tergiur oleh promo murah yang tidak masuk akal terhadap biro perjalanan umrah.

​"Jangan tertarik karena berbagai fasilitas yang ditawarkan begitu mudah dan banyak, sementara harga yang ditawarkan tidak sesuai atau mungkin jauh lebih murah. Biasanya, harganya murah, fasilitasnya banyak, atau diimingi-imingi berangkat bersama tokoh atau public figure tertentu. Nah, ini perlu kehati-hatian," ungkap Iman.

Baca juga: Polda Metro Jaya buka posko pengaduan korban penipuan umrah

Baca juga: Polisi tahan Dirut Hanania Group terkait dugaan penipuan umrah

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |