Ringkasan Berita
- Laba bersih PT Phapros Tbk naik 109% menjadi Rp27,44 miliar di 2025
- Penjualan tumbuh 26,34% menjadi Rp940,88 miliar
- Segmen ethical dan OTC jadi pendorong utama pertumbuhan
- Efisiensi biaya turunkan COGS dan beban usaha signifikan
- Arus kas operasi positif Rp123,75 miliar, kas naik 31,49%
- Inovasi produk termasuk obat TBC dan teknologi ODF dorong ekspansi pasar
Jakarta (pilar.id) – PT Phapros Tbk (kode saham: PEHA) berhasil membalikkan kinerja keuangan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp27,44 miliar. Capaian ini melonjak 109% dibandingkan tahun sebelumnya yang masih mencatatkan kerugian Rp290,63 miliar.
Performa tersebut juga melampaui pencapaian tahun 2023 yang hanya mencetak laba Rp6,01 miliar, menandakan pemulihan fundamental bisnis yang kuat.
Dari sisi pendapatan, penjualan perusahaan mencapai Rp940,88 miliar atau tumbuh 26,34% secara tahunan. Seluruh segmen mencatatkan pertumbuhan positif, dengan rincian:
- Obat OTC tumbuh 43,20%
- Obat generik berlogo (OGB) naik 13,95%
- Segmen ethical melonjak 54,94%
Lonjakan ini mencerminkan peningkatan permintaan sekaligus efektivitas strategi pemasaran dan distribusi.
Efisiensi Biaya Dorong Profitabilitas
Selain pertumbuhan penjualan, faktor utama peningkatan laba berasal dari efisiensi operasional. Beban pokok penjualan (COGS) berhasil ditekan 5,41% menjadi Rp448,37 miliar.
Rasio COGS terhadap penjualan turun drastis dari 63,65% pada 2024 menjadi 47,65% di 2025. Penurunan ini menunjukkan proses produksi yang semakin efisien dan margin keuntungan yang lebih besar.
Tak hanya itu, beban usaha juga berhasil dipangkas 14,64% menjadi Rp406,43 miliar. Bahkan, biaya pemasaran dan distribusi turun hingga 27,8% secara tahunan.
Plt. Direktur Utama Phapros, Ida Rahmi Kurniasih, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil konsistensi strategi transformasi perusahaan sepanjang 2025.
Ia menyebutkan, fokus pada perbaikan fundamental bisnis, penguatan perencanaan penjualan dan operasi, serta optimalisasi portofolio produk menjadi faktor utama yang mendorong kinerja positif.
Struktur Keuangan Makin Sehat
Perbaikan kinerja juga tercermin pada neraca keuangan. Liabilitas perusahaan turun 7,45% menjadi Rp959,70 miliar, sementara ekuitas meningkat 8,74% menjadi Rp427,47 miliar.
Dari sisi likuiditas, arus kas operasi tercatat positif sebesar Rp123,75 miliar. Saldo kas akhir tahun mencapai Rp120,98 miliar atau naik 31,49% dibandingkan tahun sebelumnya.
Data ini menunjukkan perusahaan tidak hanya mencetak laba, tetapi juga memperkuat posisi keuangan dan daya tahan bisnis.
Inovasi Produk Jadi Motor Pertumbuhan
Phapros juga memperkuat pertumbuhan melalui inovasi produk. Salah satu langkah strategis adalah peluncuran obat anti tuberkulosis (OAT) kategori 1 dosis harian yang mendukung program pemerintah dalam pengendalian TBC.
Selain itu, perusahaan memperkenalkan produk kesehatan pria berbasis teknologi orodispersible film (ODF), yang menawarkan kepraktisan dan efektivitas lebih dibandingkan sediaan konvensional.
Inovasi ini terbukti berkontribusi terhadap peningkatan penjualan, khususnya pada segmen tender pemerintah dan produk konsumen.
Prospek dan Strategi ke Depan
Manajemen optimistis kinerja 2025 menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan. Perusahaan akan terus mendorong:
- Transformasi bisnis dan digitalisasi
- Efisiensi biaya berkelanjutan
- Penguatan distribusi dan pemasaran
- Pengembangan portofolio produk
Dengan strategi tersebut, Phapros menargetkan peningkatan daya saing di tengah ketatnya industri farmasi nasional.
Kinerja impresif 2025 menandai fase kebangkitan Phapros setelah tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Kombinasi antara pertumbuhan penjualan, efisiensi biaya, dan inovasi produk menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam mengembalikan profitabilitas.
Jika tren ini berlanjut, Phapros berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting di industri farmasi Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. (ret)

8 hours ago
4















































