Ringkasan Berita
- Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk mencapai 12 km saat arus balik Lebaran
- Lonjakan dipicu meningkatnya truk logistik pasca pencabutan pembatasan kendaraan
- ASDP mengoperasikan 36 kapal dan menerapkan pola TBB untuk percepatan layanan
- Buffer zone Bulusan digunakan untuk mengurai kepadatan kendaraan
- Total 624 ribu penumpang telah menyeberang dari Jawa ke Bali hingga H+8
- Masih ada potensi 11.889 kendaraan akan menyeberang hingga H+10 Lebaran
Jakarta (pilar.id) – Arus balik Lebaran 2026 di lintasan Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk masih menunjukkan kepadatan tinggi meski masa Posko Angkutan Mudik telah berakhir. Hingga Selasa sore, antrean kendaraan dari arah utara menuju pelabuhan dilaporkan mencapai sekitar 12 kilometer.
Lonjakan volume kendaraan ini didominasi oleh truk logistik, diikuti bus dan kendaraan pribadi. Peningkatan signifikan terjadi setelah dicabutnya kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas yang sebelumnya diberlakukan selama periode mudik Lebaran.
Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, menyebut bahwa lonjakan kendaraan logistik menjadi faktor utama kepadatan arus balik. Meski demikian, ia memastikan kondisi masih dalam kendali melalui berbagai langkah operasional yang telah disiapkan.
Untuk mengurai antrean, ASDP bersama regulator dan operator kapal melakukan optimalisasi pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), penambahan frekuensi perjalanan, serta pengerahan armada tambahan. Sebanyak 36 kapal dioperasikan, termasuk enam kapal perbantuan untuk memperkuat layanan penyeberangan.
Selain itu, penerapan buffer zone juga menjadi strategi penting dalam pengaturan arus kendaraan. Area penyangga di Dermaga Bulusan dimanfaatkan untuk menampung kendaraan, terutama truk logistik, sebelum masuk ke pelabuhan utama.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa sistem buffer zone tidak hanya membantu mengurai kepadatan, tetapi juga memberikan ruang istirahat bagi pengemudi. Dari lokasi ini, kendaraan diatur untuk diberangkatkan langsung atau dialihkan ke dermaga lain sesuai skema operasional.
Data terbaru menunjukkan sekitar 380 kendaraan, mayoritas truk besar dan sedang, tertampung di buffer zone Bulusan dan jumlahnya terus bertambah. Sementara itu, arus kendaraan dari pintu masuk menuju dermaga terpantau padat dengan waktu tempuh berkisar 15 hingga 30 menit.
Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada 30 Maret 2026 (H+8), jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 56.197 orang atau meningkat 5,2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara jumlah kendaraan tercatat 17.608 unit, naik 2,1 persen.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+8, total penumpang yang menyeberang mencapai 624.717 orang dengan jumlah kendaraan sebanyak 171.921 unit. Dari total reservasi digital melalui platform Ferizy, sebagian besar kendaraan telah terlayani dengan baik.
ASDP memperkirakan masih terdapat sekitar 11.889 kendaraan yang akan menyeberang hingga H+10 Lebaran, sehingga potensi kepadatan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, membeli tiket secara online, serta datang sesuai jadwal keberangkatan guna menghindari penumpukan di pelabuhan. Selain itu, pengguna jasa juga diminta menjaga kondisi fisik dan memastikan kendaraan dalam keadaan prima.
Dengan kombinasi penguatan layanan di laut dan pengaturan arus di darat, ASDP berupaya menjaga kelancaran arus balik Lebaran agar tetap aman, tertib, dan terkendali di tengah tingginya mobilitas masyarakat. (ret/hdl)

6 hours ago
4
















































