Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor 18 Ribu Kali Saat H+2 Lebaran, Sinyal Kuat Lonjakan Pengguna Mobil Listrik

18 hours ago 31

Jakarta (pilar.id) – Lonjakan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia semakin terlihat nyata pada momentum mudik Lebaran 1447 Hijriah. PT PLN (Persero) mencatat rekor tertinggi transaksi harian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang sejarah, yang terjadi pada H+2 Idulfitri atau Senin, 23 Maret 2026.

Pada hari tersebut, transaksi pengisian kendaraan listrik mencapai 18.088 kali dengan konsumsi energi sebesar 427.980 kilowatt hour (kWh). Angka ini melonjak drastis hingga 4,15 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 4.360 transaksi dengan konsumsi 103.010 kWh.

Peningkatan signifikan ini menjadi indikator kuat bahwa kendaraan listrik mulai menjadi pilihan utama masyarakat, termasuk untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menilai pertumbuhan tersebut tidak lepas dari pembangunan infrastruktur pengisian daya yang semakin masif.

Dalam kunjungannya ke SPKLU di Rest Area KM 519B Sragen, Jawa Tengah, Bahlil menegaskan bahwa perkembangan industri kendaraan listrik kini semakin matang dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut ketersediaan infrastruktur menjadi faktor kunci dalam mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang menilai capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya soal angka transaksi, tetapi juga hasil dari strategi pengembangan SPKLU yang mencakup peningkatan jumlah, teknologi, dan integrasi layanan digital.

Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik, PLN bersama mitra telah menghadirkan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia. Rata-rata jarak antar SPKLU kini sekitar 22 kilometer, membuat perjalanan dengan kendaraan listrik semakin nyaman.

Khusus untuk mendukung arus mudik, tersedia 1.681 unit SPKLU di 994 titik yang tersebar di jalur utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, baik di ruas tol maupun non-tol. Jumlah ini meningkat sekitar 70 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di sejumlah titik strategis, terutama di area keluar tol, untuk mengantisipasi kebutuhan darurat pengguna kendaraan listrik. Ribuan personel turut diterjunkan guna memastikan operasional SPKLU berjalan lancar selama masa siaga Lebaran.

Tidak hanya dari sisi kuantitas, peningkatan juga dilakukan pada kualitas layanan. Sejumlah SPKLU dengan tingkat penggunaan tinggi telah ditingkatkan kapasitasnya dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging, sehingga waktu pengisian daya dapat dipersingkat secara signifikan.

Di sisi digital, PLN memperkuat ekosistem layanan melalui aplikasi PLN Mobile yang dilengkapi fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS). Fitur ini mencakup Trip Planner untuk membantu pengguna merencanakan rute perjalanan dengan informasi lokasi SPKLU dan ketersediaan konektor, serta AntreEV yang memungkinkan pemantauan antrean secara real time.

Kemudahan transaksi juga terus dikembangkan melalui sistem EV-TAP berbasis kartu elektronik yang telah diterapkan di sejumlah SPKLU di jalur mudik Trans Jawa. Inovasi ini membuat proses pengisian daya menjadi lebih cepat dan praktis.

Rekor transaksi ini menegaskan bahwa kendaraan listrik tidak lagi sekadar tren, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup baru masyarakat Indonesia, termasuk dalam momen krusial seperti mudik Lebaran. Dukungan infrastruktur dan layanan yang terus berkembang menjadi fondasi utama percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |