Surabaya (pilar.id) – Sebanyak 200 mahasiswa baru Universitas Airlangga (UNAIR) atau yang dikenal sebagai Ksatria Muda Airlangga mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya branding, kehumasan, dan literasi menulis artikel dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Materi tersebut disampaikan oleh Ketua Humas dan Protokol Sekolah Pascasarjana UNAIR, Denny R. Kusuma, di Ruang 309 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR.
Dalam sesi yang berlangsung lebih dari satu jam, Denny memaparkan bahwa kemampuan membangun citra diri dan menyampaikan gagasan secara efektif menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa di era digital. Pembekalan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi Kampus Berdampak, di mana mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui komunikasi yang baik.
Menurut Denny, branding bukan sekadar identitas visual seperti logo, warna, atau tampilan media sosial. Branding merupakan representasi dari reputasi, nilai, dan persepsi publik terhadap institusi maupun individu. Oleh karena itu, mahasiswa didorong mulai membangun personal branding secara positif sejak awal perkuliahan sebagai bagian dari rekam jejak digital yang akan menjadi modal penting ketika memasuki dunia profesional.
Ia juga menjelaskan bahwa bagi institusi pendidikan seperti UNAIR, konsistensi identitas visual dan komunikasi menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan serta kredibilitas di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, pengelolaan citra institusi harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Denny menguraikan peran strategis kehumasan melalui Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) UNAIR yang bertugas menyebarluaskan berbagai capaian, inovasi, dan prestasi universitas kepada masyarakat. Penyebaran informasi dilakukan melalui berbagai kanal resmi, mulai dari media sosial, situs resmi universitas, hingga layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Namun, menurutnya, keberhasilan komunikasi institusi tidak hanya bergantung pada unit kehumasan. Akademisi dan mahasiswa juga memiliki peran penting dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan melalui penulisan artikel dan opini yang dapat diakses masyarakat luas. Aktivitas tersebut dinilai menjadi implementasi nyata semangat Kampus Berdampak, yakni menghadirkan hasil pemikiran dan riset agar memberikan manfaat bagi publik.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi berlangsung. Mahasiswa baru mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan dunia kehumasan, khususnya dalam menghadapi perkembangan media digital dan industri kreatif yang terus berubah. Salah satu isu yang banyak mendapat perhatian adalah bagaimana mengikuti tren digital tanpa menghilangkan identitas kelembagaan.
Menanggapi hal tersebut, Denny menjelaskan bahwa tren digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian pesan yang lebih efektif kepada generasi muda. Namun, pemanfaatannya tetap harus berpegang pada nilai, etika, serta aturan hukum yang berlaku. Ia mencontohkan bahwa kehumasan UNAIR tetap menghadirkan konten kreatif di berbagai platform digital dengan tetap menjaga etika bermedia sosial dan mematuhi regulasi, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Pada sesi berikutnya, mahasiswa juga menanyakan manfaat aktif menulis artikel selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Denny menjelaskan bahwa kebiasaan menulis memberikan sedikitnya tiga manfaat utama, yakni mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis, memperkuat personal branding melalui portofolio publikasi, serta memperluas jangkauan gagasan sehingga hasil pemikiran akademik dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Di akhir kegiatan, Denny mengajak seluruh Ksatria Muda Airlangga untuk aktif memanfaatkan berbagai kanal publikasi kampus, termasuk media resmi universitas, serta mengikuti program magang dan relawan kehumasan seperti PR Internship dan PR Talent. Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, membangun reputasi positif, serta menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat dan mendukung penguatan citra Universitas Airlangga di era digital. (hdl)

5 hours ago
4
































