Jakarta (ANTARA) - Kepolisian mendalami dugaan lowongan kerja "bodong" (palsu) yang menyebabkan sejumlah calon korban mengalami kerugian hingga Rp1,9 juta dari perusahaan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti terbaru, apakah itu perusahaan berizin ataupun tidak, kami masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya," kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Theodorus Echeal kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Theo mengatakan polisi telah menerima informasi awal dan meminta keterangan sejumlah orang terkait dugaan tersebut.
Menurut dia, polisi belum menerima laporan polisi dari para calon korban. Namun, pihaknya menerima laporan informasi awal untuk menampung keterangan mereka.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti, termasuk terkait legalitas perusahaan tersebut. Polisi juga telah mendatangi lokasi perusahaan dan membawa empat orang calon korban untuk dimintai keterangan awal.
Kerugian yang dialami para calon korban pun bervariasi, mulai dari Rp50.000 hingga Rp1,9 juta.
"Nah, di sini ada kerugian-kerugian yang variatif, ada yang Rp1,9 (juta), ada yang Rp1,8 (juta), dan bahkan juga ada yang sebagai ada uang jaminan atau tanda jadi sebesar Rp50.000, seperti itu," kata Theo.
Baca juga: Jangan terjebak, ini cara mudah kenali penipuan lowongan kerja
Terkait modus yang digunakan, polisi masih melakukan penyelidikan dan belum dapat memastikan apakah para calon korban benar-benar akan disalurkan untuk bekerja.
Oleh karena itu, polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang meminta calon pekerja menyerahkan sejumlah uang sebagai tanda jadi.
"Kalau untuk saran dan himbauan yang saya akan berikan di sini, janganlah pernah percaya terhadap bujuk rayu yang menjanjikan suatu pekerjaan dengan mengeluarkan uang sebagai tanda jadi," ucapnya.
Polsek Pasar Minggu membuka kesempatan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban untuk memberikan keterangan kepada polisi guna membantu proses penyelidikan.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah warga mengaku menjadi korban penipuan berkedok lowongan pekerjaan hingga mengalami kerugian jutaan rupiah.
Baca juga: Penipuan lowongan kerja, Wali Kota minta warga konfirmasi ke instansi
Baca juga: Cara mengetahui lowongan kerja palsu, kenali ciri dan penjegahannya
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.















































