Polisi: Pelaku edarkan etomidate terselubung di tempat hiburan malam

9 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara menyebutkan pelaku mengedarkan narkotika jenis etomidate secara terselubung atau tanpa sepengetahuan manajemen tempat hiburan malam di Alexa Suites and Lounge di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

“Mereka masuk ke tempat hiburan malam layaknya pengunjung biasa. Kemudian, secara diam-diam, menawarkan barang haram tersebut kepada calon pembeli,” kata Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ari Galang Saputro di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pelaku masuk ke tempat hiburan malam itu secara sembunyi-sembunyi dari pihak manajemen dan menawarkan barang haram itu ke pengunjung.

Saat ditangkap, kata dia, pelaku sedang berada di dalam lokasi dan berbaur seperti tamu biasa.

“Waktu kita dalami, dia lagi duduk-duduk, seperti pengunjung biasa,” ujar Ari.

Lebih lanjut, dia mengatakan pihak manajemen muncul setelah melihat aktivitas transaksi yang dinilai tak wajar, dan temuan itu kemudian dilaporkan ke polisi.

Dia mengungkapkan pihak manajemen menduga ada transaksi mencurigakan sehingga menghubungi petugas kepolisian.

“Setelah diselidiki, ternyata benar, ada peredaran etomidate,” tutur Ari.

Baca juga: Polisi kejar pemasok narkoba etomidate di tempat hiburan di Jakut

Pelaku pun diduga tidak menawarkan barang tersebut secara sembarangan. Pembeli dipilih secara selektif karena harga vape etomidate tergolong mahal.

“Dia lihat-lihat orangnya dulu. Barang ini mahal. Satu cartridge bisa dijual sampai Rp5 juta,” ungkap Ari.

Selain menjajakan secara langsung di tempat hiburan malam, petugas juga menemukan modus penjualan lain, yaitu pelaku diduga menerima pesanan melalui WhatsApp dan mengirim barang haram tersebut dengan menggunakan jasa ojek online.

“Dia juga melakukan pengiriman. Ini masih kita telusuri. Pengirimannya melalui platform online dan komunikasi menggunakan WhatsApp,” terang Ari.

Dia mengatakan transaksi dilakukan secara tertutup. Setelah barang diterima pembeli, percakapan maupun jejak transaksi kerap dihapus untuk menghilangkan bukti.

“Kadang, setelah transaksi, langsung dihapus,” imbuh Ari.

Sebelumnya dua pengedar narkotika jenis etomidate berinisial FIS dan WS ditangkap di tempat hiburan malam Alexa Suites and Lounge di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Kedua tersangka, yakni FIS dan WS dijerat Pasal 119 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mereka terancam hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun, serta denda hingga Rp8 miliar,” tegas Ari.

Baca juga: Polisi grebek Alexa Suite tangkap dua pengedar narkoba etomidate

Baca juga: Polisi gagalkan peredaran narkoba senilai Rp8,2 M saat libur panjang

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |