Jakarta (ANTARA) - Polisi menangkap tiga remaja beserta belasan senjata tajam yang diduga digunakan untuk melakukan tawuran dan kekerasan jalanan di wilayah Bekasi Barat, Kota Bekasi.
"Tiga remaja berhasil diamankan, sementara sejumlah lainnya meloloskan diri. Kami juga menemukan berbagai barang bukti berupa senjata tajam yang diduga telah dipersiapkan untuk digunakan dalam aksi tawuran," kata Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto di Jakarta, Sabtu.
Penindakan tersebut berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB di kawasan Jalan Nurul Huda, Kelurahan Jakasampurna, RT 02/RW 15, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Saat itu, personel Brimob tengah melaksanakan patroli rutin dalam rangka mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan jalanan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Ketika melintasi lokasi tersebut, petugas menemukan sekelompok pemuda yang berkumpul dengan gerak-gerik mencurigakan. Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, kelompok tersebut diduga tengah bersiap melakukan tawuran dengan kelompok lain.
"Tim Patra Ki 2 Yon D Satbrimob bergerak cepat melakukan pengejaran setelah mendeteksi adanya sekelompok pemuda yang dicurigai kuat akan melakukan aksi tawuran," ujar Henik.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Baca juga: Bawa senjata untuk tawuran, dua pemuda di Bekasi diamankan polisi
Barang bukti yang disita dalam penyisiran itu, antara lain enam bilah celurit, satu bilah golok, dua bilah corbek atau senjata tajam modifikasi, dan satu bilah pisau.
Selain senjata tajam, petugas juga mengamankan 10 unit telepon genggam dan delapan unit sepeda motor yang ditinggalkan oleh kelompok remaja tersebut saat berusaha melarikan diri dari kejaran aparat.
Saat ini, ketiga remaja yang diamankan itu telah dibawa ke Mapolsek Bekasi Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga tengah mendalami motif para pelaku, menelusuri asal-usul senjata tajam yang digunakan, serta melakukan pengembangan guna mengidentifikasi dan menangkap anggota kelompok lain yang melarikan diri.
Seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi turut diamankan untuk kepentingan penyidikan. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka seiring perkembangan hasil pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti.
Polda Metro Jaya pun mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka. Peran keluarga dinilai sangat penting dalam mencegah keterlibatan remaja dalam berbagai bentuk kenakalan yang berpotensi berujung pada tindak pidana.
Selain itu, masyarakat juga diminta aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor apabila menemukan indikasi tawuran, balap liar, maupun potensi gangguan kamtibmas lainnya.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Polri menyediakan layanan darurat melalui Call Center 110 yang dapat dihubungi selama 24 jam untuk melaporkan berbagai kejadian yang memerlukan respons kepolisian.
Baca juga: Polisi tangkap pelaku tawuran yang renggut nyawa satu orang di Bekasi
Baca juga: Polisi ringkus pelaku tawuran yang tewaskan dua orang di Bekasi
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































