Pria ditemukan tewas di kontrakan dekat Pinang Ranti

1 day ago 15

Jakarta (ANTARA) - Warga di kawasan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di sebuah kontrakan yang berada di seberang Terminal Pinang Ranti.

"Awalnya ada laporan dari warga bahwa dari sebuah kontrakan tercium aroma busuk. Anggota langsung melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kapolsek Makasar Kompol Sumardi di Jakarta, Rabu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Makasar mendatangi lokasi dan mendapati pintu kontrakan dalam keadaan terkunci dari dalam.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pintu berhasil dibuka, petugas menemukan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia dan jasadnya telah mengalami pembusukan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polres Metro Jakarta Timur, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Dari hasil pengecekan bersama tim identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah," ujar Sumardi.

Menurut informasi yang diperoleh kepolisian, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan warga.

"Iya, jenazah sudah membusuk. Jenazah sudah dikirim ke RS Polri untuk diautopsi dan tidak ditemukan tanda kekerasan," kata Sumardi.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.

Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi.

Sumardi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban sebelum hasil autopsi resmi keluar.

Baca juga: Polisi tak temukan tanda kekerasan pada mayat pria di Kapuk Jakbar

Baca juga: Jasad pria ditemukan warga di limbah rumah potong hewan Jakbar

Baca juga: Polisi selidiki temuan jasad pria di perairan Pulau Untung Jawa

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |