Remaja 13 tahun tewas terserempet KRL di Bukit Duri

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Seorang remaja berusia 13 tahun berinisial IPS meninggal dunia setelah terserempet kereta rel listrik (KRL) saat berada di dekat jalur rel di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu malam.

"Seorang remaja terserempet kereta di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 21.30 WIB," kata Kapolsek Tebet, AKP Ischak kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Ischak mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 21.30 WIB di jalur rel Kelurahan Bukit Duri.

Korban diketahui merupakan warga Jalan Manyar II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam keterangannya, sebelum insiden terjadi, sejumlah anak terlihat berkumpul dan beraktivitas di sekitar pinggir rel.

Diduga korban berada terlalu dekat dengan jalur saat kereta melintas.

"Korban diketahui berada di area sekitar rel. Pada saat bersamaan, datang kereta rel listrik (KRL) dari arah Kota Tua menuju Bogor sehingga korban terserempet dan mengalami luka berat," ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Petugas kepolisian bersama warga lalu evakuasi korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Selanjutnya, petugas kepolisian bersama warga melakukan evakuasi korban dan membawa korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (VER)," kata dia.

Maka itu, polisi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain di area berbahaya seperti jalur rel kereta api.

"Upaya kepolisian sudah dilaksanakan sesuai aturan dan SOP yang berlaku," ucapnya.

Baca juga: 148 ribu orang tinggalkan Jakarta saat libur panjang Hari Buruh

Baca juga: Kemendukbangga beri trauma healing korban kecelakaan KA Bekasi Timur

Baca juga: Underpass lebih realistis untuk tekan risiko kecelakaan di perlintasan

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |