Temuan senjata di sekolah, polisi cocokkan data dan barang bukti

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Pihak kepolisian telah melakukan pengecekan tambahan, yakni pencocokan data dan barang bukti senjata di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Senin (10/8).

"Penyidik bersama Puslabfor Bareskrim Polri telah melakukan pengecekan tambahan pada Senin (10/8) sekitar pukul 14.00 WIB di tiga ruangan, yaitu ruang kerja eks ketua pengurus, ruang kerja eks sekretaris, serta ruang sarana dan prasarana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Budi juga menjelaskan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, keberadaan senjata angin tersebut diawali dari adanya perjanjian kerja sama antara yayasan sekolah dengan PT Lokta terkait kerja sama olahraga menembak air rifle (senjata angin).

Namun demikian, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap legalitas, kepemilikan, penyimpanan, serta penggunaan barang-barang tersebut.

Dari pengecekan tambahan tersebut ditemukan satu buah airsoft gun, 117 butir peluru berbagai kaliber dengan rincian 21 butir kaliber 32 S&W, 19 butir kaliber 380 Auto, 34 butir kaliber 38 Special, 18 butir kaliber 22 WMR, dan 25 butir kaliber 9x19 mm Luger.

"Selain itu ditemukan 166 selongsong kaliber 22, 5 magazine kaliber 9 mm, 2 recoil spring, 2 botol green gas, 2 tabung gas CO2, 2 wadah peluru mimis, serta sejumlah suku cadang dan aksesoris," ucap Budi.

Baca juga: Kasus temuan senjata di sekolah, polisi identifikasi pelaku lewat DNA

Untuk total keseluruhan barang masih dilakukan pendataan dan pencocokan oleh penyidik, selanjutnya dikoordinasikan dengan Subdit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Polda Metro Jaya untuk penitipan dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Seluruh barang bukti yang telah didata dan dicocokkan tersebut nantinya diserahkan kepada Subdit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Polda Metro Jaya untuk proses penitipan serta pemeriksaan teknis legalitas lebih lanjut," ujarnya.

Kepolisian mengidentifikasi pelaku yang masuk atau pernah berkontak dengan ruangan yang diduga menjadi tempat penyimpanan senjata di sebuah sekolah di Jakarta Selatan melalui sampel tes DNA.

"DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua, tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah berkontaminasi di dalam ruangan tiga ruangan tersebut," kata Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino de Tech di Jakarta, Senin (10/8).

Alpino mengatakan petugas telah mengambil seluruh sampel DNA dari tiga ruangan tersebut untuk mengetahui pihak yang pernah berada maupun berkontaminasi di dalam ruangan.

Tiga ruangan tersebut yakni ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan, ruangan Sekretaris, dan ruangan Sarana Prasarana yayasan sekolah.

Baca juga: Puslabfor ambil 30 item dari olah TKP di sekolah temuan senjata di Jaksel

Baca juga: Polisi olah TKP di sekolah temuan senjata dan narkoba di Jaksel

Baca juga: Polisi dalami izin ekskul sekolah di Jaksel soal temuan "airsoft gun"

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |