Wagub Emil Dorong Universiti Malaya Bermitra dengan Kampus dan Pesantren Perkuat Ekonomi Syariah Global

8 hours ago 6

Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas jejaring internasional dalam pengembangan ekonomi syariah. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengajak Universiti Malaya menjalin kemitraan strategis dengan perguruan tinggi serta pondok pesantren di Jawa Timur guna memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang berdaya saing global.

Ajakan tersebut disampaikan Emil saat menerima kunjungan delegasi Universiti Malaya dalam program Nusantara Shariah and Economics Exchange (N-See) di Ruang Bhinaloka Adikara, Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Rabu (5/8).

Menurut Emil, Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan historis, budaya, serta rumpun bahasa yang menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih erat. Ia menilai kedua negara tidak perlu saling bersaing dalam pengembangan ekonomi syariah, melainkan memperkuat sinergi agar mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perkembangan ekonomi syariah dunia.

Sebagai Ketua Harian Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur, Emil menjelaskan bahwa provinsi ini memiliki fondasi yang kuat melalui jaringan 7.425 pondok pesantren yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Keberadaan pesantren dinilai menjadi salah satu pilar utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Pesantren Jadi Pilar Pengembangan Ekonomi Syariah

Emil mengatakan, peran pondok pesantren saat ini telah berkembang, tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi motor pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui program Ekotren (Ekonomi Pesantren), Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan koperasi syariah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal, industri halal, hingga peningkatan kapasitas kewirausahaan para santri.

Menurutnya, ekosistem yang telah terbentuk akan semakin kuat apabila dipadukan dengan kemitraan internasional, terutama dengan institusi pendidikan yang memiliki reputasi dalam bidang ekonomi syariah seperti Universiti Malaya.

Emil menegaskan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan akademik semata, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang menghasilkan inovasi, riset, serta penguatan sumber daya manusia di sektor ekonomi syariah.

Tawarkan Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Jawa Timur

Dalam kesempatan itu, Emil juga menawarkan peluang kerja sama antara Universiti Malaya dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur, di antaranya Universitas Airlangga (Unair), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), serta berbagai perguruan tinggi lain yang memiliki fokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Bentuk kolaborasi yang ditawarkan meliputi program pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, hingga pendampingan inkubasi bisnis syariah yang melibatkan perguruan tinggi, pondok pesantren, dan dunia usaha.

Menurut Emil, kemitraan lintas negara akan memberikan manfaat yang lebih luas karena hasil riset dan inovasi tidak hanya berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat diterapkan untuk memperkuat UMKM, mengembangkan industri halal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara Jawa Timur dan Malaysia di bidang ekonomi syariah diharapkan mampu memperkuat posisi kedua wilayah sebagai pusat pengembangan ekonomi halal di kawasan Asia Tenggara sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, berbasis riset, inovasi, serta kemitraan internasional, dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai satu kesatuan ekosistem pembangunan. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |