Pertamina Hulu Indonesia Borong Dua Penghargaan Khusus APQA 2026 Berkat Budaya Inovasi Berkelanjutan

1 day ago 17

Jakarta (pilar.id) – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menorehkan prestasi di lingkungan Grup Pertamina dengan meraih dua penghargaan khusus dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026. Pengakuan tersebut menjadi bukti keberhasilan perusahaan dalam membangun budaya inovasi, mendorong perbaikan berkelanjutan, serta menciptakan nilai tambah yang mendukung kinerja bisnis dan keberlanjutan operasi.

Pada malam penganugerahan APQA 2026 yang berlangsung pada pertengahan Juni 2026, Grup PHI berhasil meraih penghargaan The 3rd Best Entity in Success Innovation Category Achievement. Penghargaan tersebut diterima oleh Vice President Business Support PHI, Farah Dewi, sebagai representasi keberhasilan perusahaan dalam mengembangkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi organisasi.

Selain itu, anak usaha PHI, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), juga mencatatkan pencapaian penting dengan meraih penghargaan The Winner of Sustainability Excellence for Operation Unit in Upstream Category. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh General Manager Zona 8, Setyo Sapto Edi, yang mewakili keberhasilan PHM dalam menerapkan prinsip keberlanjutan secara konsisten di sektor hulu migas.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menilai penghargaan yang diraih perusahaan merupakan bentuk pengakuan atas komitmen seluruh insan perusahaan dalam mengintegrasikan inovasi dan prinsip keberlanjutan ke dalam aktivitas operasional sehari-hari. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai fungsi dan unit kerja yang terus berupaya menghadirkan solusi inovatif untuk mendukung kinerja perusahaan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Sunaryanto menjelaskan bahwa inovasi menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan industri energi yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, PHI terus mendorong terciptanya ekosistem kerja yang memungkinkan setiap pekerja berkontribusi melalui ide dan solusi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan bisnis.

Keberhasilan PHI dalam APQA 2026 juga diperkuat oleh pencapaian sejumlah gugus inovasi yang berhasil meraih penghargaan pada kategori Continuous Improvement Program (CIP). Tiga gugus memperoleh predikat Platinum, yakni Gugus EnerSwap dari fungsi Project Collaboration Commercial and Legal PHI Regional 3, Gugus Phylots dari Subsurface Development PHM Zona 8, serta Gugus New Consept dari fungsi Drilling PHM Zona 8.

Sementara itu, dua gugus lainnya berhasil meraih penghargaan Gold, yakni Gugus Felisa dari Planning & Production Zona 10 dan Gugus Jumbo dari Subsurface Development Zona 9. Capaian tersebut menunjukkan bahwa budaya inovasi telah berkembang di berbagai lini operasional perusahaan, mulai dari aspek teknis hingga pengelolaan bisnis.

Beragam inovasi yang dihasilkan mencerminkan kemampuan pekerja dalam mengubah tantangan operasional menjadi peluang peningkatan kinerja. Inovasi tersebut mencakup pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk analisis subsurface, penguatan tata kelola hidrokarbon, peningkatan efisiensi pengeboran, optimalisasi keekonomian lapangan migas, hingga revitalisasi potensi cadangan minyak yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Implementasi berbagai inovasi tersebut tidak hanya memberikan dampak terhadap efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi nasional. Pendekatan berbasis teknologi, analisis data, dan kolaborasi lintas fungsi dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan industri energi yang semakin kompleks.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan yang mencakup Zona 8, Zona 9, dan Zona 10. Seluruh kegiatan operasional dijalankan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

Kinerja operasional PHI juga menunjukkan kontribusi signifikan terhadap industri migas nasional. Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan produksi sebesar 58 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 630 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Produksi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.

Dalam menjalankan operasinya, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya terus berkolaborasi dengan SKK Migas untuk memastikan kegiatan eksplorasi dan produksi migas berjalan secara aman, efisien, andal, patuh terhadap regulasi, serta memperhatikan aspek lingkungan.

Penghargaan yang diraih pada APQA 2026 semakin mempertegas posisi PHI sebagai salah satu entitas strategis di sektor energi nasional yang mampu menggabungkan inovasi, keberlanjutan, dan kinerja operasional dalam satu kesatuan. Di tengah tantangan transisi energi global, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan nilai tambah sekaligus mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi demi menjaga ketahanan energi Indonesia. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |