HUT ke-99 Persebaya, Eri Cahyadi Tegaskan Green Force adalah Identitas dan Kebanggaan Kota Surabaya

5 hours ago 6

Surabaya (pilar.id) – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Persebaya Surabaya menjadi momentum penting untuk menegaskan posisi klub berjuluk Green Force sebagai bagian dari identitas Kota Pahlawan. Mengusung tema “Persebaya untuk Semua”, peringatan tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang klub, tetapi juga memperkuat komitmen membangun sepak bola yang inklusif dan dekat dengan seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Persebaya bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol kebanggaan warga Surabaya yang telah menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat selama hampir satu abad.

Pernyataan tersebut disampaikan Eri saat menerima jajaran manajemen Persebaya di ruang kerjanya sehari sebelum perayaan puncak HUT ke-99. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk terus mendukung perkembangan Persebaya sekaligus menjaga kedekatan antara pemerintah kota dan klub kebanggaan masyarakat Surabaya tersebut.

Menurut Eri, hubungan antara Pemkot Surabaya dan Persebaya harus terus terjaga sebagai bagian dari warisan yang perlu dipertahankan oleh setiap pemimpin kota di masa mendatang. Ia menilai Persebaya telah menjadi representasi semangat, kebersamaan, dan kebanggaan warga Kota Pahlawan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Surabaya menghadirkan sejumlah program yang berkaitan dengan pelestarian sejarah dan pengembangan sepak bola. Salah satunya melalui pembangunan tiga mural perjalanan sejarah Persebaya di kawasan Jalan Mayjen Yono Suwoyo. Selain itu, revitalisasi Lapangan Karanggayam dan Mes Persebaya di kawasan belakang Stadion Gelora 10 November (G10N) juga telah diselesaikan.

Eri menjelaskan, revitalisasi fasilitas bersejarah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kota, manajemen klub, dan berbagai elemen sepak bola Surabaya. Kawasan itu diharapkan menjadi pusat pembinaan generasi muda sekaligus menjaga jejak sejarah perkembangan Persebaya dari masa ke masa.

Rangkaian peringatan HUT ke-99 Persebaya diawali dengan ziarah ke TPU Karang Tembok untuk mengenang pendiri Persebaya, M. Pamoedji. Selanjutnya, berbagai kegiatan digelar di Stadion Gelora 10 November, mulai dari ramah tamah bersama Bonek dan Bonita, doa lintas agama, pemotongan tumpeng, penghargaan bagi pengguna aktif aplikasi Persebaya Selamanya, hingga kegiatan Difabel Football Clinic yang melibatkan Persebaya Academy.

Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menjelaskan bahwa tema “Persebaya untuk Semua” dipilih sebagai refleksi dari nilai-nilai yang selama ini dipegang klub. Menurutnya, menjelang usia satu abad, Persebaya ingin semakin memperluas ruang kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Candra menuturkan bahwa semangat inklusivitas telah diwujudkan melalui berbagai program yang melibatkan kelompok masyarakat yang beragam, termasuk penyandang disabilitas. Dalam beberapa musim terakhir, Persebaya secara konsisten menyediakan akses yang lebih baik bagi suporter disabilitas agar dapat menikmati pertandingan secara nyaman dan menjadi bagian dari atmosfer sepak bola Surabaya.

Selain itu, Persebaya juga terus mendukung berbagai kegiatan komunitas suporter yang bertujuan memperkuat solidaritas antarsesama Bonek dan Bonita. Klub juga mendorong terciptanya hubungan yang harmonis dengan kelompok pendukung klub lain sebagai bagian dari upaya membangun budaya sepak bola yang sehat dan beradab.

Semangat tersebut akan kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Green Force Run pada 28 Juni 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar-suporter dari berbagai daerah dalam suasana positif dan penuh kebersamaan.

Dalam momentum perayaan ini, manajemen Persebaya juga menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang dinilai sebagai fondasi utama perjalanan klub hingga saat ini. Dukungan suporter dianggap menjadi faktor penting yang menjaga eksistensi dan perkembangan Persebaya dalam berbagai situasi.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada para mitra dan sponsor yang telah mendukung perjalanan klub menuju pengelolaan yang semakin profesional. Sejumlah perusahaan bahkan tercatat telah menjadi bagian dari perjalanan Persebaya sejak kembali berlaga di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Menatap musim kompetisi baru, manajemen memastikan fokus utama tetap pada peningkatan prestasi tim. Proses pembentukan skuad dilakukan berdasarkan kebutuhan tim serta rekomendasi jajaran pelatih yang dipimpin Bernardo Tavares guna menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.

Pada kesempatan tersebut, Persebaya turut memberikan penghargaan kepada pengguna aplikasi Persebaya Selamanya yang aktif berpartisipasi dalam berbagai program digital selama musim 2025/2026. Penghargaan diberikan kepada sejumlah suporter yang berhasil menjadi pengguna paling aktif dalam kategori Tebak Skor dan Tebak Line Up.

Menutup rangkaian peringatan HUT ke-99, Candra Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan jajaran Pemkot Surabaya atas dukungan yang terus diberikan kepada Persebaya. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini menjadi modal penting bagi klub untuk terus berkembang, menjaga sejarah, serta berkontribusi dalam pembinaan sepak bola generasi muda di Kota Surabaya.

Memasuki usia ke-99, Persebaya tidak hanya menatap target prestasi di lapangan hijau, tetapi juga memperkuat perannya sebagai simbol kebanggaan, persatuan, dan identitas masyarakat Surabaya. Dengan semangat “Persebaya untuk Semua”, Green Force bersiap menyongsong satu abad perjalanan sebagai salah satu klub paling bersejarah di Indonesia. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |