Gubernur Jatim Dorong Penguatan Layanan Psikososial dan Kesehatan bagi Lansia Korban Gempa NTT

10 hours ago 8

Manggarai (pilar.id) — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan layanan dukungan psikososial dan kesehatan bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) yang masih berada di pengungsian.

Khofifah menyampaikan hal tersebut saat menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dukungan corporate social responsibility (CSR) di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8/2026).

Menurut Khofifah, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan kebutuhan logistik. Kondisi psikologis dan kesehatan warga terdampak, khususnya anak-anak dan lansia, juga perlu mendapatkan perhatian berkelanjutan selama masa pengungsian.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pemprov Jatim telah mengirimkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang terdiri atas lima orang. Tim tersebut telah berada di lokasi selama tiga hari untuk memberikan pendampingan kepada warga yang mengalami dampak psikologis akibat bencana.

Pendampingan difokuskan antara lain kepada anak-anak dan lansia. Khusus bagi lansia, layanan psikososial diarahkan untuk membantu menenangkan emosi, mengurangi kepanikan, serta mengelola tekanan dan stres setelah mengalami gempa.

Tim LDP juga menggunakan pendekatan defusing dan debriefing dalam proses pendampingan. Metode tersebut dilakukan dengan memberikan ruang kepada warga untuk mengungkapkan pengalaman selama bencana sekaligus membantu mereka mengelola rasa takut dan kecemasan.

Khofifah menilai dukungan psikososial tidak dapat diberikan hanya melalui satu kali pertemuan. Selama warga masih berada dalam situasi darurat dan pengungsian, pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar proses pemulihan psikologis dapat berlangsung dengan baik.

Selain aspek psikososial, Khofifah juga memastikan kebutuhan layanan kesehatan bagi lansia dan kelompok rentan lainnya tetap menjadi perhatian selama berada di pengungsian. Kondisi tersebut penting mengingat warga harus menjalani kehidupan dalam situasi pascabencana yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Pemprov Jatim sebelumnya telah mengirimkan tujuh dokter ortopedi serta 10 dokter dan perawat untuk membantu pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng. Dukungan tersebut diperkuat dengan pengiriman 14 jenis obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat di lokasi terdampak.

Kehadiran tenaga medis dan ketersediaan obat diharapkan dapat membantu memperkuat layanan kesehatan bagi warga terdampak sekaligus memberikan rasa aman, khususnya kepada lansia yang membutuhkan pemantauan lebih intensif selama masa pemulihan.

Khofifah menekankan bahwa penanganan dampak bencana membutuhkan kerja bersama berbagai unsur. Pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dapat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

Menurut dia, dukungan terhadap korban bencana bukan hanya berkaitan dengan pemulihan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan warga merasa didampingi dan tidak menghadapi situasi sulit tersebut seorang diri.

Penguatan layanan psikososial dan kesehatan menjadi bagian penting dari proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di Manggarai. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak diharapkan dapat melewati masa pengungsian dengan dukungan yang memadai hingga kondisi kembali pulih. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |