Jakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Daerah Khusus Jakarta (Kanwil KemenHAM DK Jakarta) mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan kedamaian usai bentrokan antar kelompok yang terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Daerah Khusus Jakarta, Mikael Azedo Harwito, mengimbau seluruh pihak, khususnya kelompok masyarakat yang terlibat, agar menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman serta kondusif.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta memberikan kepercayaan penuh kepada kepolisian dalam mengusut tuntas peristiwa ini. Mari kita jaga keamanan, kedamaian, dan persatuan dengan tetap menghormati hukum serta nilai-nilai hak asasi manusia," ujar Mikael dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dia pun menyayangkan terjadinya bentrokan yang mengakibatkan berbagai kerugian, termasuk adanya korban jiwa. Peristiwa tersebut menjadi duka bagi semua pihak dan diharapkan tidak kembali terulang.
Dia mengingatkan masyarakat untuk memberikan kepercayaan penuh kepada Polri dalam menuntaskan kasus tersebut melalui proses penegakan hukum yang profesional, transparan, akuntabel, serta tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Kementerian HAM akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di lingkungan sekitar lokasi kejadian. Melalui koordinasi tersebut, pihaknya mendorong peningkatan kewaspadaan masyarakat sekaligus mengajak seluruh elemen untuk menghindari tindakan yang bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia.
Mikael juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta tidak membangun maupun menyebarkan narasi yang mengaitkan peristiwa ini dengan kelompok suku atau etnis tertentu. Penyebaran informasi yang bersifat provokatif hanya akan memperbesar potensi konflik dan mengganggu keharmonisan sosial.
Dia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan, mengedepankan sikap saling menghormati, serta mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif.
"Dengan kebersamaan dan kepercayaan terhadap proses hukum yang sedang berjalan, diharapkan kehidupan bermasyarakat di Jakarta tetap harmonis dan terjaga," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7) sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan penyelidikan sementara kepolisian, peristiwa bermula ketika dua orang yang mengendarai sepeda motor menggeber-geber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk yang berjualan di depan Masjid Jami Matraman, Jalan Matraman Dalam.
Setelah ditegur karena menimbulkan kebisingan, keduanya meninggalkan lokasi, namun kemudian kembali bersama sekitar lima rekannya dan diduga merusak gerobak pedagang serta menganiaya warga.
Aksi tersebut memicu perlawanan dari warga sekitar hingga bentrokan meluas ke kawasan Jalan Tambak, yang diduga menjadi tempat tinggal kelompok tersebut.
Kedua belah pihak terlibat aksi saling lempar batu dan benda lainnya hingga mengakibatkan bangunan serta sejumlah kendaraan terbakar.
Polisi yang datang ke lokasi berupaya membubarkan bentrokan, mengevakuasi korban, dan mengamankan sejumlah orang untuk diperiksa.
Akibat kejadian itu, dua orang dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah seorang korban berinisial K (23) meninggal dunia setelah menjalani perawatan, sedangkan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.
Baca juga: Warga Pegangsaan dan keluarga korban sepakat jaga kondusivitas wilayah
Baca juga: Aktivitas warga di Jalan Tambak Menteng kembali normal
Baca juga: Sekolah di dekat lokasi bentrokan di Menteng terapkan PJJ sementara
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































