Pemprov DKI sampaikan duka meninggalnya petugas Damkar saat bertugas

5 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Andriyono, saat bertugas menangani kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta akan memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Megantara, di Jakarta, Minggu.

Bayu menjelaskan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada Sabtu (1/8) pagi. Sebanyak 10 unit mobil pemadam beserta 50 personel langsung dikerahkan ke lokasi. Dalam operasi tersebut, almarhum bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi dan tidak berada di titik pemadaman api secara langsung.

"Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada. Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis. Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung," ungkap Bayu.

Baca juga: Petugas damkar yang meninggal saat tugas disebut punya riwayat sakit jantung

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, yang meninjau lokasi kebakaran pada Minggu, mengatakan, Disgulkarmat masih melakukan proses pendinginan untuk mencegah perambatan api yang tersisa di bawah tumpukan sampah.

Meski api utama telah berhasil dipadamkan, penanganan masih terus dilakukan mengingat material yang terbakar berupa tumpukan sampah. Menurut Marulina, bara api masih dapat menyala di lapisan bawah meski permukaan terlihat telah padam.

"Fokus penanganan saat ini adalah api yang berada di bawah tumpukan sampah. Permukaannya mungkin sudah basah, tetapi asap masih cukup banyak. Hal itu menandakan masih ada potensi perambatan api hingga kedalaman sekitar satu hingga dua meter," ujarnya.

Marulina menambahkan, petugas Damkar telah membuka sejumlah titik pada tumpukan sampah agar air dapat menjangkau bagian bawah dan memadamkan bara api yang masih tersisa.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |