Pengemudi ojek ditembak terduga pencuri motor di Matraman Jaktim

1 day ago 17

Jakarta (ANTARA) - Seorang pengemudi ojek menjadi korban penembakan oleh terduga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di kawasan Matraman, Jakarta Timur (Jaktim).

Saksi mata bernama Evi (57) mengatakan saat itu, korban sedang menunggu penumpang yang membeli obat, dan situasi Jalan Palmeriam, Matraman, cukup ramai.

"Jadi, (korban) ngalang-ngalangin itu motor malingnya. Pas sudah dihalangi, langsung bunyi, 'dor' tembakan tuh. Saya langsung bilang, Lah, ditembak, ditembak," kata Evi di Jakarta, Senin.

Evi mengaku mendengar teriakan "maling" dari arah Pasar Palmeriam sebelum penembakan terjadi. Selain itu, ia juga melihat sekitar sepuluh warga lebih mengejar dua terduga pelaku tersebut.

Korban sempat terbaring di lokasi akibat luka tembak pada bagian paha sehingga mengeluarkan banyak darah.

"Tadinya tidak jatuh tuh. Pas saya teriak, 'berdarah itu, darah, darah, darah' saya gitu, langsung, jatuh itu orang (tidak mati), langsung dibawa puskesmas dulu tapi tidak diterima, dibawa ke rumah sakit," terang Evi.

Menurut Evi, pelaku menembakkan senjatanya ke arah korban saat mengendarai sepeda motor, kemudian melarikan diri ke arah Jalan Matraman Raya.

"Pakai masker dua pelaku itu. Orang-orang juga lihat, cuma tidak berani karena dengar tembakan. Saya saja langsung lari, takut," ucap Evi.

Baca juga: Polisi tangkap pencuri motor yang bawa senjata "airsoft gun" di Jakut

Sementara itu, pemilik motor Ilham (28) menceritakan peristiwa penembakan itu bermula saat warga mengejar dua terduga pelaku pencuri yang melarikan diri setelah mencuri motor RX-King di sebuah indekos yang tidak jauh dari lokasi penembakan. Pencurian itu diketahui oleh pemilik motor tersebut.

Saat itu, Ilham tengah memasak, lalu mendengar suara dari luar kamar dan mengira ada kurir paket yang datang.

"Selang sekitar lima menit apa sepuluh menit, saya pantau itu, langsung saya gedor pintu. Makanya, bunyi kayak suara tembakan itu (di CCTV)," kata Ilham.

Kedua dua pelaku gagal membawa kabur motornya lalu melarikan diri. Ilham sempat mengejar sambil berteriak meminta pertolongan warga.

"Kalau ditodongnya, saya baru sampai sini, sih, depan pagar. Habis itu, saya langsung ngumpet di pilar sini. Terus, saya spontan teriak di depan gerbang," ujar Ilham.

Teriakan Ilham kemudian didengar warga yang langsung berusaha mengejar kedua pelaku tersebut.

"Kalau ciri-ciri mukanya (pelaku), saya kurang paham, karena semuanya tertutup, pakai masker, helm, jaket, sama bawa tas, jadi tidak kelihatan sama sekali," ungkap Ilham.

Setelah kejadian itu, sejumlah anggota kepolisian mendatangi indekos tersebut untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari saksi-saksi.

Baca juga: Polisi gagalkan pencuri di rumah yang kosong 10 tahun di Rawa Barat

Baca juga: Polsek Tambora gagalkan penyelundupan 12 motor curian ke Sumatera

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |