Polisi buru lima pelaku pengeroyokan maut di Grogol

6 hours ago 10

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian masih memburu lima pelaku lain yang terlibat dalam kasus pengeroyokan di Weston Grogol, Jakarta Barat, termasuk pelaku utama yang mendorong korban DM (29) dari lantai dua hingga tewas.

​Kanit Reskrim Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan menyebutkan bahwa total pelaku yang sudah berhasil diidentifikasi oleh pihak kepolisian berjumlah delapan orang, namun baru tiga orang yang berhasil ditangkap.

​"Tiga pelaku yang sudah kita amankan ini merupakan pelaku pengeroyokan yang memukul korban. Tapi mereka bukan pelaku yang mendorong korban hingga jatuh dari lantai dua. Saat ini kami masih mencari pelaku (utama) tersebut," kata Alexander di Jakarta, Kamis.

​Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku yang masih buron itu untuk segera melapor ke pihak berwajib.

​Selain itu, Alexander juga memberikan peringatan dan membuka kesempatan bagi lima pelaku lainnya untuk bersikap kooperatif dan menyerahkan diri secara baik-baik kepada penyidik.

​"Kami membuka kesempatan bagi para pelaku untuk menyerahkan diri, sama seperti satu pelaku sebelumnya yang sudah kooperatif diserahkan oleh pihak keluarganya," katanya.

Baca juga: Polisi ringkus tiga pelaku pengeroyokan maut di Grogol

Kasus pengeroyokan maut di tempat hiburan Westown, Grogol, Jakarta Barat itu dipicu oleh pengaruh minuman keras (miras) dan selisih paham. Pertikaian bermula saat korban dan para pelaku, yang sama-sama di bawah pengaruh alkohol, terlibat cekcok di dalam tempat hiburan (biliar) tersebut.

​"Penyebab cekcok awal mungkin karena selisih paham saja karena dikuasai oleh minuman alkohol. Antara korban dan pelaku ini juga tidak saling kenal," kata Alexander.

​Keributan berlanjut hingga ke area tangga saat mereka hendak keluar. Di lokasi tersebut, korban sempat memiting salah satu rekan pelaku.

Melihat temannya dipiting, para pelaku lain tidak terima dan langsung mengeroyok korban demi membalas dendam.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan pelaku, korban tidak sekadar terjatuh, melainkan sengaja dijatuhkan oleh pelaku dari lantai dua hingga mengalami koma selama empat hari di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

​"Motif pelaku melakukan aksinya karena ingin membalas dendam melihat temannya dipiting oleh korban. Menurut keterangan pelaku yang sekaligus saksi, korban memang sengaja dijatuhkan," tutur Alexander.

Baca juga: Ini kronologi pengeroyokan maut di Grogol Jakbar

Baca juga: Keluarga korban minta pelaku pengeroyokan di Jakbar dihukum berat

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |